
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong adanya link and match antara industri dengan dunia pendidikan. Sinergitas kedua belah pihak ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada di hulu dan hilir.
Salah satu bentuk nyata link and match adalah melalui program Google for Education, di mana industri elektronik dalam negeri akan menyerap tenaga kerja dari sekolah vokasi untuk memproduksi laptop chromebook lokal pertama di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan terdapat enam produsen lokal yang dipercaya memproduksi laptop yang berasal dari Google tersebut. Mulai dari Zyrex, Axioo, Evercross, SPC, TSM dan Advan.
"Keenam produsen elektronik ini akan berkolaborasi dengan SMK dalam kerjasama proses produksi chromebook dan inilah salah satu bentuk konkrit nyata link and match antara pendidikan vokasi berbasis project based learning dengan industri dan dunia kerja," kata dia dalam webinar Google for Education, Selasa (3/8).
Keenam produsen elektronik dalam negeri ini juga sangat diharapkan dapat menciptakan lini produksi yang terintegrasi dengan pilihan vokasi sebagai bentuk kolaborasi link and match antara Google, industri elektronik dalam negeri dan pendidikan vokasi. Pihaknya tentu akan mendukung secara penuh program ini.
"Dengan semangat gerakan bangga buatan Indonesia untuk mendukung semangat merdeka belajar," tambahnya.
Dengan adanya bukti nyata ini, sektor industri lain di Indonesia diharapkan dapat mengikuti jejak kolaborasi ini. Sebab, kolaborasi keduanya akan sangat menguntungkan kedua belah pihak.
"Kita harapkan akan menjadi inspirasi bagi industri lain untuk berkolaborasi dengan pendidikan vokasi," imbuh Wikan.
"Kami sangat berharap peluncuran yang saat ini melalui Google for Education akan mendorong lebih banyak lagi inovasi lain serta teknologi terbaru lainnya yang dirancang dan dibangun untuk Indonesia, untuk memajukan pendidikan bahkan turut memajukan industri dalam negeri Indonesia," tandasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
