Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Juli 2021 | 21.50 WIB

Werkudara dan Janaka Mengantar Pak Manteb…

Ki Manteb Soedharsono (JAWA POS RADAR SOLO) - Image

Ki Manteb Soedharsono (JAWA POS RADAR SOLO)

JawaPos.com - Tengah malam telah cukup lama lewat. Sujiwo Tejo pun berpamitan kepada sang tuan rumah, Ki Manteb Soedharsono.

Mendadak, sebuah amplop ditempelkan dalang kondang tersebut ke tangan tamunya. ”Tebel. Taksiranku Rp 3 juta–Rp 5 jutaan,” kenang Sujiwo Tejo tentang peristiwa pada suatu dini hari pada periode 1990-an itu.

Saat itu dia bertamu ke kediaman Ki Manteb di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. ”Mungkin tampangku, walau sangar, tampang lelaki bokek. Aku tolak halus banget karena malam itu kebetulan aku lagi punya duit dan kumohon beliau alihkan itu buat anak-anak yatim dan lain-lain yang butuh,” tutur Sujiwo Tejo yang juga seorang dalang kepada Jawa Pos kemarin (2/7).

Kenangan itu dia bagi untuk mengenang dalang yang berpulang kemarin dan dikenal dengan sabetan mautnya saat memainkan wayang tersebut. ”Beliau itu suka ngasih-ngasih. Ya ilmu, ya materi,” ungkap seniman serbabisa tersebut.

Ki Manteb Soedharsono mengembuskan napas terakhir karena terserang Covid-19 kemarin. Pemakaman ”Dalang Setan”, begitu para penggemarnya menjulukinya, di Dusun Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, pun dilakukan dengan protokol kesehatan.

Lantunan tembang Ketawang Layu-Layu serta dua tokoh Pandawa Lima, Werkudara dan Janaka, mengiringi keberangkatan jenazah ke tempat pemakaman umum. Berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah almarhum.

Salah seorang putra Ki Manteb Soedarsono, Danang Soesilo, menjelaskan bahwa dua tokoh wayang itu sengaja dibawa untuk mengantar almarhum lantaran ini merupakan sebuah wasiat. Kepada anak angkatnya, Bagas Anggoro, almarhum meminta agar membawa wayang Werkudara dan Janaka saat meninggal.

”Itu wayangnya pemberian dari dalang teman bapak (Ki Manteb Soedharsono). Setiap memainkan lakon yang berkaitan dengan Werkudara, bapak selalu membawa wayang itu. Katanya, kalau tidak memakai Werkudara itu seperti tidak bisa memainkan sanggit (cerita, Red) dalam pergelaran wayang yang ditampilkan bapak,” terang Danang.

Medhot Soedharsono, anak pertama Ki Manteb yang juga seorang dalang kondang asal Sragen, mengungkapkan bahwa sang ayah menyiapkan liang lahad sewaktu istri kelimanya meninggal pada 2005. Liang tersebut berada di sebelah makam sang istri. ”Bapak sebelumnya memang berpesan kepada anak-anak agar dimakamkan di liang yang sudah disiapkan beliau kalau nanti kalau sudah meninggal dunia,” ujar Medhot.

Mengenai riwayat sakit Ki Manteb, Medhot menyatakan, sejak akhir pekan lalu, setelah pulang dari pentas di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, almarhum sempat mengeluh sakit demam. Setelah sehari istirahat, meski sedang tidak enak badan, Ki Manteb masih nekat kembali pentas secara virtual di pendapa rumah. Diduga, lantaran kelelahan, setelah pentas wayang virtual itu, kondisinya drop.

Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut kemudian mencoba mencari sejumlah rumah sakit di Solo dan Karanganyar. Namun, karena kasus Covid-19 semakin tinggi, keluarga memilih merawat Ki Manteb di rumah dengan mendatangkan sejumlah dokter dan perawat medis.

”Kami berkomunikasi dengan Pak Untung Wiyono, mantan bupati Sragen. Beliau (Ki Manteb) kemudian disarankan untuk swab pada Kamis (1/7). Dari hasil swab antigen itu, bapak diketahui reaktif dengan ibu, terus kemudian isolasi mandiri,” kata Medhot.

Kemarin sekitar pukul 02.00, kondisinya semakin kritis. Saat itu almarhum sudah mulai sesak napas. ”Pagi tadi (kemarin pagi) sebenarnya sudah mau dibawa ke Rumah Sakit Jati Husada atau JIH Solo Baru. Menurut informasi, sudah disiapkan tempat untuk bapak. Tapi, setelah persiapan itu, sekitar pukul 09.00, bapak sudah tidak ada,” jelas Medhot.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore