Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Februari 2022 | 18.10 WIB

Omicron Picu Covid-19 Meroket 40 Kali Lipat, 94 Ribu Orang Masih Sakit

Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari pe - Image

Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari pe

JawaPos.com - Hanya dalam kurun waktu 1 bulan, kasus Covid-19 naik 40 kali lipat dipicu meluasnya varian Omicron. Catatan Satgas Covid-19, peningkatan tajam mencapai 40 kali lipat dalam waktu yang cukup singkat jika dihitung sejak awal Januari 2022.

Meskipun naik perlahan, kenaikannya mulai dari 1.400 kasus per minggu, kemudian 3.000 kasus per minggu, kemudian 5.400 kasus per minggu, hingga meningkat cukup besar menjadi 14.000 per minggu. Lonjakan pun meningkat 56.000 kasus dalam per minggu atau 40 kali lipat dari awal januari 2022.

Bahkan, jika dilihat secara harian, kasus positif per 1 Februari 2022, telah mencapai 16.000 kasus per hari. Jumlah ini lebih tinggi daripada penambahan harian pada gelombang pertama di bulan Desember 2020 lalu. Sehingga adanya kenaikan saat ini berdampak pada positivity rate harian pada pemeriksaan antigen dan PCR yang mencapai 6 persen atau telah berada di atas standar World Health Organization (WHO). Padahal sebelumnya, positivity rate harian sempat konsisten di angka 0-2 persen.

Sementara itu, kasus aktif hingga Rabu (2/1) meroket hingga totalnya 94 ribu orang. Kasus aktif adalah mereka yang masih berstatus positif atau masih sakit dan membutuhkan perawatan.

"Tentunya kenaikan kasus positif ini sudah seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan," jelas Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Sehingga, ada 2 hal penting yang menjadi fokus saat ini. Yakni mencegah agar tidak tertular, dan menangani pasien positif sebaik mungkin agar segera sembuh.

Masyarakat harus membatasi mobilitas. Kemudian disiplin dalam penggunaan masker yang baik dan benar, rutin mencuci tangan, dan yang terpenting tidak bepergian ke tempat umum jika tidak mendesak harus mulai diterapkan kembali.

Kabar baiknya, jika melihat tren kematian saat ini, jauh lebih sedikit dibandingkan saat terjadinya gelombang pertama. Hal ini dikarenakan, pada pasien positif Omicron, 90 persen mengalami gejala ringan dan asimptomatik atau tanpa gejala.

"Maka dapat diartikan sebagian besar kasus positif yang ada memiliki peluang besar untuk sembuh," kata Prof Wiku secara virtual, Rabu (2/1).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore