
Dirut Pertamina Nicke Widyawati - Dery Ridwansah (1)
JawaPos.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan sejumlah masalah dan program strategis yang tengah dihadapi, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini dilakukan agar seluruh program strategis dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan target yang telah dicanangkan pemerintah.
"Jadi sesuai dengan penugasan dan tanggungjawab pertamina sebagai BUMN dan juga sebaagi perusahaan yang bergerak di oil dan gas," kata Nicke di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).
Menurut Nicke, permasalahan yang dihadapi Pertamina seperti pada bidang upstream di hulu migas. Menurutnya, cadangan hulu migas terus menurun lantaran sejak 2002 Indonesia sudah menjadi importir.
"Sehingga perlu upaya strategis dan berkelanjutan untuk meningkatkan cadangan produksi," ucap Nicke.
Selain itu, Nicke menuturkan permasalahan yang terjadi terkait kilang minyak. Menurutnya, sebagain besar produksi BBM Indonesia masih tergantung impor.
"Karenanya menjadi hal penting bagi pertamina untuk menambah kapasitas kilang agar kebutuhan dapat dipenuhi. Namun diingatkan oleh pimpinan KPK harus segera siapkan energi baru terbarukan," cetus Nicke.
Baca juga: Erick Thohir Ungkap Ada Oknum BUMN Kerap Beri Hadiah ke Pejabat Negara
Permasalahan selanjutnya terkait tingginya subsidi BBM, sehingga perlu dibuat mekanisme yang tepat sasaran. PT Pertamina mengharapkan KPK dapat membantu untuk membuatkan rekomendasi agar subsidi BBM tepat sasaran.
"Hari ini kita punya SPBU sekitar 7.000 lebih, karenanya kita harus bangun SPBU di seluruh desa di Indonesia, agar masyarakat Indonesia menikmati aksesibilitas energi ini secara sama," ujar Nicke.
Kerja sama dengan KPK yang saat ini telah berjalan terkait penyelamatan aset. Hal ini merupakan penting, terlebih aset yang diselamatkan kini tercatat Rp 9,5 triliun.
"Aset ini akan kita optimalkan berdayakan untuk tambah pendapatan daerah dan serap tenaga kerja di darah tersebut," tandas Nicke.
Sementara itu, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menyampaikan, kerja sama KPK dengan Pertamina sudah dilakukan selama satu tahun. Menurutnya, KPK proaktif melakukan pencegahan di perusahaan pelat merah tersebut.
"Untuk fungsi pencegahan, Kita bekerja sama untuk penguatan Satuan Pengawas Internal (SPI) Pertamina. Jadi secara khusus sudah dilakukan kelas penguatan SPI," ujar Pahala.
Menurut Pahala, pencegahan korupsi yang paling efektif dilakukan oleh pengawas internal. Sehingga penguatan SPI merupakan hal terpenting agar tidak terjadinya tindak pidana korupsi pada PT Pertamina.
"Pertamina juga menjalankan, kita sebut sistem menejemen antisuap. Ini sesuai dengan arahan Kementerian BUMN dan KPK ikut beserta Pertamina untuk mempersiapkan infrastrukturnya," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZpZMt95LmE0&ab_channel=jawapostvofficial

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
