Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Mei 2022 | 05.00 WIB

Lentog Tanjung Santapan Favorit Abdul Mu'ti saat Pulang ke Kudus

Abdul Mu’ti. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS) - Image

Abdul Mu’ti. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

JawaPos.com - Momentum Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini terkesan berbeda dari dua tahun sebelumnya. Semenjak Indonesia diterpa pandemi Covid-19, Pemerintah melonggarkan kebijakan dengan membolehkan masyarakat pergi mudik untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Tradisi pulang kampung pada Hari Raya Idul Fitri ini pun dilakukan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengaku pulang ke kampung halaman di Kudus, Jawa Tengah.

"Saya mudik hari Jumat 29 April, mudik ke Kudus Jawa Tengah," kata Mu'ti saat berbincang dengan JawaPos.com melalui saluran telepon, Minggu (1/4).

Seperti masyarakat pada umumnya, Mu'ti yang mudik menggunakan kendaraan pribadi melakukan persiapan teknis sebelum pergi mudik. Hal ini dengan melakukan pengecekan pada kendaraan dan memantau kebijakan kepolisian saat berada di jalan.

"Saya sekeluarga pakai mobil perjalanan darat," ungkap Mu'ti.

Mu'ti mengakui setiap bulan kerap kali menjenguk orang tuanya yang berada di Kudus, saat dirinya melakukan kunjungan kerja. Namun, dia menyebut momentum Lebaran merupakan hal yang berbeda meski sering berjumpa dengan sang Ibu dan sanak saudara di kampung halaman.

Pria kelahiran Kudus, 2 September 1968 ini menyatakan, setiap pulang kampung saat Lebaran selalu salat Ied di lapangan bersama keluarga. "Kalau pulang kampung di Kudus selalu kami solat Ied di lapangan, biasanya salat Ied di tempat dimana saya khutbah," ujar Mu'ti.

Hal yang menarik, setiap momentum Lebaran dirinya tidak ingin ketinggalan makanan khas Kudus yang disebut Lentog Tanjung. Dia mengungkapkan, makanan tersebut sudah menjadi kebiasaan saat Hari Raya Idul Fitri.

"Iya selalu kalau mudik abis solat Ied selalu ke Lentog Tanjung, setelah itu pulang ke rumah," papar Mu'ti.

Mu'ti lantas menjelaskan, Lentog Tanjung merupakan kuliner khas dari Desa Tanjung Karang di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dia berujar, Lentog Tanjung terbuat dari potongan lontong dan sayur lodeh tahu. Disajikan diatas piring yang dilapisi alas dari daun pisang dengan taburan bawang goreng dan telur puyuh bacem. Tidak lupa sambal merah khas Lentog Tanjung yang selalu ada menemani makanan khas Kudus tersebut.

"Walaupun sekarang sudah menyebar di beberapa tempat di Kudus, tapi semuanya namanya Lentog Tanjung," urai Mu'ti.

Dalam kesempatan ini, Mu'ti memberikan pesan kepada umat muslim, warga Muhammadiyah pada khususnya. Dia menyebut, meski Pemerintah membolehkan untuk pergi mudik namun tetap menjaga protokol kesehatan.

"Kita tidak hanya menjaga keamanan diri kita, tapi juga keamanan orang lain, tidak hanya untuk kesehatan kita. Kemudian kita tetap harus menjaga protokol kesehatan walaupun diberi kelonggaran, semuanya harus berhati-hati," ungkap Mu'ti.

Mu'ti lantas menyarankan kepada umat muslim untuk melakukan salat Ied di lapangan sebagaimana syariat Islam, berpakaian rapih, serta berangkat dan pulang salat Ied dari jalan berbeda.

"Silaturahim dor too dor dari rumah ke rumah tetap prokes, kita canangkan tahun ini Green Idul Fitri. Idul Fitri yang sehat dan ramah lingkungan," ucap Mu'ti menandaskan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore