Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2023 | 23.04 WIB

Mahasiswa Lakukan Penipuan Tiket Coldplay, Motifnya Lucu: Pernah Ketipu Waktu Mau Beli Tiket Konser Blackpink

Coldplay. - Image

Coldplay.

JawaPos.com - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M. Syahduddi menyatakan motif mahasiswa berinisial BT melakukan penipuan tiket konser Coldplay di Jakarta adalah untuk balas dendam. Pelaku tak terima lantaran dirinya pernah juga tertipu penjualan tiket konser Blackpink di Jakarta pada Maret lalu.

"Pernah ketipu waktu mau beli tiket konser Blackpink," ujar Syahduddi kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (9/6).
 
 
Ia menerangkan, di akhir tahun 2022, pelaku asal Semarang itu sempat memesan tiket Blackpink di Jakarta. Namun, ternyata malah tertipu hingga mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. 
 
"Karena dia kecewa ditipu sama orang, akhirnya dia membalas dendam katanya dengan menipu orang yang akan membeli tiket Coldplay," ungkap Syahduddi.
 
Sebelumnya, seorang mahasiswa berinisial BT, ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan penjualan tiket konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 15 November mendatang. 
 
 
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Syahduddi menerangkan, modus pelaku melakukan hal tersebut dengan mengaku-ngaku sebagai perempuan berinisial A. A sendiri merupakan korban penipuan lainnya.
 
"Pada saat komunikasi melalui WA, pelaku mengirimkan identitas atas nama orang lain, yaitu atas nama seorang perempuan inisial A dengan KTP dn selfie seolah-olah dia sebagai perempuan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/6).
 
 
Komunikasi itu terjadi, ketika korban berinisial DA mencari jalan pintas untuk mendapatkan tiket Coldplay dan mencari jasanya di Twitter. Kemudian, korban menemukan akun Twitter @coldplayjakarta yang dikelola pelaku dan mengontaknya hingga berlanjut di pesan WhatsApp dengan nomor luar negeri +1 (201) 2344898.
 
"Kemudian setelah komunikasi melalui WhatsApp, korban sepakat untuk membeli tiket konser musik Coldplay dengan mentransfer uang ke nomor virtual account yang dibuat pelaku sebesar Rp 5,5 juta untuk satu tiket," terang Syaduddi.
 
 
Setelah uang diterima pelaku, ia mengatakan bahwa nomor korban langsung diblokir dan uang sebesar Rp 5,5 juta itu pun raib digasak mahasiswa di salah satu universitas di Semarang itu.
 
"Selanjutnya, uang yang sudah diterima oleh pelaku dipindahkan ke aplikasi dana yang juga dimiliki oleh pelaku," pungkas Syahduddi.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore