Pelatih Benfica Jose Mourinho. (ig @slbenfica)
JawaPos.com–Jose Mourinho akhirnya buka suara lagi. Kali ini dengan nada yang jauh lebih tegas.
Pelatih Benfica itu menyatakan bahwa Gianluca Prestianni tidak akan punya masa depan di klub jika terbukti melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam laga playoff Liga Champions bulan lalu di Lisbon. Kasus ini masih dalam penyelidikan UEFA.
Gianluca Prestianni, yang membantah tuduhan tersebut, sudah dijatuhi larangan bermain satu pertandingan sementara. Dia absen di leg kedua pekan lalu, laga yang akhirnya dimenangkan Real Madrid untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Jika hasil investigasi menyatakan dirinya bersalah, hukuman yang menanti bisa jauh lebih berat. Jose Mourinho sempat menuai kritik atas respons awalnya terhadap insiden tersebut. Dia menyarankan bahwa Vinicius memprovokasi penonton lewat selebrasinya dan tidak secara langsung mengutuk tindakan Gianluca Prestianni.
Namun pada konferensi pers pada Minggu (1/3), jelang pertandingan Benfica pada Senin (2/3), pria 63 tahun itu meluruskan sikapnya. ”Saya sama sekali menentang segala bentuk diskriminasi, prasangka, ketidaktahuan, atau kebodohan,” ujar Jose Mourinho.
”Jika pemain saya tidak menghormati prinsip-prinsip ini, yang juga merupakan prinsip saya dan Benfica, karir pemain tersebut bersama pelatih bernama Jose Mourinho dan di klub bernama Benfica akan berakhir,” tandas dia.
Kalimat itu jelas bukan basa-basi. Jose Mourinho juga menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah.
”Saya bukan seorang cendekiawan, tetapi saya juga bukan orang bodoh. Asumsi tidak bersalah adalah hak asasi manusia, bukan?” kata Jose Mourinho.
Meski begitu, dia tetap memberi batas yang tegas. Jika pemain itu memang bersalah, dia tidak akan pernah memandangnya seperti sebelumnya.
”Bagi saya, semuanya sudah berakhir. Tapi saya harus menambahkan banyak jika di depannya,” tutur Jose Mourinho.
Insiden bermula setelah Vinicius mencetak satu-satunya gol pada leg pertama di Estadio da Luz, tepat di awal babak kedua. Dalam momen itu, Prestianni terlihat menutupi mulutnya dengan bajunya saat diduga melontarkan komentar ke arah sang pemain Brasil.
Gestur tersebut langsung menjadi sorotan dan memicu laporan resmi. Kini semua mata tertuju pada hasil investigasi UEFA. Jika tuduhan itu terbukti benar, bukan cuma soal hukuman kompetisi yang dipertaruhkan tapi juga masa depan seorang pemain muda di bawah asuhan pelatih sekelas Mourinho.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
