Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan Board of Peace di di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2). (Setpres)
JawaPos.com – Putusan yang membatalkan sejumlah kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memantik respons berbagai negara, termasuk Indonesia. Di tengah dinamika tersebut, Presiden RI menegaskan pemerintah siap menghadapi segala skenario.
Mahkamah Agung AS menyatakan Trump tidak berwenang memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Namun, tak lama setelah putusan itu, Trump kembali mengumumkan kebijakan tarif impor global baru sebesar 10 persen hingga akhirnya dinaikkan menjadi 15 persen.
Menanggapi perkembangan tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia menghormati proses politik dan hukum yang berlangsung di Negeri Paman Sam. Meski begitu, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga kepentingan nasional.
“Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat. Kita lihat perkembangannya,” ujar Prabowo di Washington DC, dikutip Minggu (22/2).
Menurut dia, kebijakan tarif baru sebesar 10 persen justru masih berada dalam batas yang dapat dikelola Indonesia. Bahkan, Prabowo menilai angka tersebut relatif tidak memberatkan dibanding skema sebelumnya. “Saya kira ya menguntungkan lah (tarif 10 persen),” tambahnya.
Di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memastikan pemerintah akan berupaya mempertahankan tarif 0 persen yang sebelumnya telah disepakati dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin.
“Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” ujar Airlangga.
Untuk diketahui, produk agrikultur seperti kopi dan kakao menjadi prioritas yang telah memperoleh kesepakatan tarif 0 persen. Komoditas tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional, terutama ke pasar Amerika Serikat.
Selain agrikultur, skema tarif 0 persen juga mencakup sejumlah mata rantai penting industri, mulai dari elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, hingga berbagai produk turunannya. Pemerintah menilai keberlanjutan fasilitas ini krusial untuk menjaga daya saing industri nasional di pasar global.
Dengan dinamika kebijakan yang terus berubah di Amerika Serikat, pemerintah Indonesia menegaskan tetap tenang namun waspada. Strategi diplomasi perdagangan dan penguatan pasar alternatif disiapkan agar stabilitas ekspor tetap terjaga.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
