Kepolisian Singapura resmi menetapkan pengemudi mobil sebagai tersangka dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Chinatown. (istimewa)
JawaPos.com - Kepolisian Singapura resmi menetapkan pengemudi mobil sebagai tersangka dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Chinatown yang menewaskan seorang bocah perempuan asal Indonesia dan melukai ibunya.
Perkembangan status hukum tersebut dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura pada Senin, di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui KBRI, otoritas Singapura menyatakan bahwa pengemudi kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut telah secara formal berstatus tersangka. Meski demikian, hingga saat ini belum ada dakwaan yang diajukan karena penyelidikan masih berlangsung.
Korban kecelakaan diketahui merupakan warga negara Indonesia, yakni Raisha Anindra Pascasiswi (31) dan putrinya, Sheyna Lashira Smaradiani (6). Kecelakaan terjadi di kawasan Chinatown, Singapura, tepatnya di dekat Buddha Tooth Relic Temple, salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat, 6 Februari, saat ibu dan anak itu menyeberang di pintu masuk area parkir di South Bridge Road. Singapore Police Force (SPF) menyebut pihaknya menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 11.50 waktu setempat, yang melibatkan satu mobil dan dua pejalan kaki.
Kedua korban sempat dilarikan ke Singapore General Hospital dalam kondisi sadar oleh petugas Singapore Civil Defence Force. Namun, pihak kepolisian menyatakan Sheyna kemudian meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya, sementara sang ibu mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis.
Wakil Kepala Perwakilan RI di Singapura, Thomas Ardhian Siregar, menjelaskan bahwa pengemudi telah diamankan polisi sesaat setelah kecelakaan terjadi. Namun, status hukum yang disandang saat ini masih sebatas tersangka.
“Sampai saat ini, statusnya masih sebagai tersangka,” ujar Thomas, seperti disampaikan KBRI mengutip The Online Citizen.
Namun sayang, ia menolak mengungkap identitas lebih lanjut terkait pengemudi dengan alasan proses hukum dan penyelidikan yang masih berlangsung di Singapura.
Thomas juga menjelaskan bahwa pengemudi sempat ditahan pada hari pertama kejadian, tetapi kemudian dilepaskan sesuai dengan ketentuan hukum setempat.
Menurutnya, aturan di Singapura tidak memungkinkan penahanan lebih dari 48 jam tanpa adanya keputusan pengadilan.
“Pada hari pertama, yang bersangkutan memang ditahan. Namun karena belum ada putusan pengadilan, maka sesuai hukum setempat, tersangka dilepaskan,” jelasnya.
Meski demikian, Thomas menegaskan bahwa pembebasan tersebut tidak menghentikan proses hukum. Penyelidikan tetap berjalan dan polisi masih mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi.
“Polisi akan terus melakukan pemeriksaan forensik dan meminta keterangan saksi. Tersangka akan dipanggil kembali apabila diperlukan,” ujarnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
