
Adies Kadir.(Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Adies Kadir resmi dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2).
Sebelum menjabat sebagai hakim konstitusi, Adies dikenal sebagai politikus Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar.
Namun, Adies diklaim telah mengundurkan diri dari Partai Golkar sebelum ditetapkan sebagai calon Hakim MK.
Penunjukan Adies sebagai hakim MK terbilang mengejutkan. Ia menggantikan Inosentius Samsul yang sebelumnya telah disetujui DPR sebagai pengganti Arief Hidayat pada Agustus 2025.
Adies Kadir lahir di Balikpapan pada 17 Oktober 1968. Sebelum dilantik menjadi Hakim MK, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Mengutip laman resmi Partai Golkar, Adies telah menorehkan sejumlah prestasi selama berkiprah di dunia politik. Ia menerima Teropong Parlemen Award 2019 sebagai Anggota DPR Aspiratif periode 2014–2019, serta Anugerah Penghargaan Caleg 2019 berupa medali emas dari DPP Partai Golkar.
Di luar karier politik, Adies memiliki latar belakang akademik di bidang hukum. Ia menempuh pendidikan sarjana Teknik Sipil di Universitas Wijaya Kusuma dan lulus pada 1992. Selanjutnya, pada 2003, Adies kembali menempuh pendidikan strata satu di Universitas Merdeka dengan jurusan Hukum.
Pendidikan hukumnya berlanjut ke jenjang pascasarjana di Universitas Merdeka pada 2007. Ia kemudian meraih gelar doktor di bidang Hukum dari Universitas 17 Agustus pada 2017.
Pencalonan Adies Kadir sebagai Hakim MK sempat menjadi perhatian publik. Sebab, DPR secara tiba-tiba mengubqh keputusan, setelah sebelumnya menetapkan Inosentius Samsul sebagai Hakim MK menggantikan Arief Hidayat yang memasuki masa pensiun pada Februari 2026.
Tak hanya itu, fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayanan yang dilakukan Komisi III DPR terhadap Adies Kadir terbilang cepat. Agenda itu juga tidak masuk ke dalam jadwal rapat harian, pada Senin (26/1).
Saat itu, Komisi III DPR secara singkat menggelar fit and proper test dan menetapkan Adies Kadir sebagai Hakim MK.
Kini, MK memiliki dua orang hakim berlatar belakang politik, yakni Adies Kadir dari Partai Golkar dan Arsul Sani dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hakim yang berlatar belakang politik ini turut dikritisi dari berbagai penggiat konstitusi. Lantaran khawatir, independensi MK dalam menangani uji materiil terkait Undang-Undang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
