
Foto viral perempuan cantik nyamar jadi pramugari Batik Air. (Istimewa).
JawaPos.com - Beasiswa pendidikan yang ditawarkan Aeronef Academy kepada Khairun Nisya, sosok yang viral karena menyamar sebagai pramugari Batik Air beberapa hari lalu diklaim bukan sekadar bantuan simbolik.
Lembaga pelatihan awak kabin yang berbasis di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu menyiapkan paket pembinaan menyeluruh untuk membekali Nisya agar siap menempuh dunia penerbangan secara profesional dan legal.
Pengurus sekaligus pengajar Aeronef Academy, Miftakhul Rohmah, menjelaskan bahwa Nisya akan mendapatkan pendampingan intensif dari instruktur berpengalaman di bidang aviasi.
Program ini dirancang tidak hanya untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental dan karakter sebagai calon awak kabin.
“Kami menawarkan pendampingan instruktur berpengalaman, pengetahuan kebandarudaraan, pembentukan karakter, attitude, public speaking, hingga cabin announcement,” ujar Miftakhul kepada JawaPos.com.
Selain itu, Nisya juga akan dibekali simulasi wawancara kerja yang disesuaikan dengan standar maskapai, serta pembinaan bahasa Inggris secara intensif. Seluruh rangkaian ini ditujukan agar Nisya memiliki kesiapan yang matang saat kembali melamar pekerjaan di industri penerbangan.
“Kami berharap semua itu bisa menjadi bekal yang baik untuk Kak Nisa dalam melamar kerja berikutnya,” katanya.
Tak kalah penting, Aeronef Academy juga menaruh perhatian khusus pada aspek edukasi antipenipuan. Berkaca dari pengalaman Nisya yang sempat terjerat oknum rekrutmen berkedok 'jalur belakang', lembaga ini ingin membekali peserta didik dengan kemampuan mengenali lowongan kerja palsu.
“Untuk yang tergoda oknum yang menawarkan jalur belakang, mungkin ini salah satu fungsi kami sebagai lembaga pendidikan. Kami membekali peserta agar bisa mengidentifikasi lowongan kerja palsu atau yang berpotensi merugikan,” jelas Miftakhul.
Semua program tersebut akan diberikan secara gratis kepada Nisya melalui skema beasiswa penuh. Aeronef Academy menegaskan bahwa tidak ada biaya pendidikan yang dibebankan sama sekali.
Sebagai gambaran, Miftakhul menyebut bahwa program reguler di Aeronef Academy berdurasi tiga bulan dengan biaya sekitar Rp 21 juta dan bersifat all-in tanpa pungutan tambahan. Namun dalam kasus Nisya, seluruh biaya tersebut ditiadakan.
“Semua program itu akan kami berikan gratis,” tegasnya.
Melalui beasiswa ini, Aeronef Academy berharap Nisya tidak hanya memperoleh keterampilan profesional, tetapi juga pemahaman yang lebih utuh tentang dunia kerja penerbangan, termasuk pentingnya proses yang jujur dan resmi.
Kasus Nisya pun kini memasuki babak baru. Dari kisah viral yang penuh kontroversi, ia berpeluang menata ulang masa depan dengan bekal pendidikan, pendampingan, dan arah yang lebih jelas.
Namun demikian, pihak Aeronef Academy menyebut kalau pihaknya belum berhasil membuka jalur komunikasi dengan Nisya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
