
Khairun Nisa perempuan cantik nyamar jadi pramugari Batik Air. (TikTok @pesonamuba).
JawaPos.com - Keputusan Aeronef Academy memberikan beasiswa pendidikan awak kabin kepada Khairun Nisya atau Nisya, sosok yang sempat viral sebagai pramugari Batik Air gadungan, menuai beragam reaksi publik. Ada yang mendukung, tak sedikit pula yang mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut.
Namun bagi Aeronef Academy, keputusan itu bukanlah pembenaran atas kesalahan, melainkan bentuk keberpihakan pada proses belajar, empati, dan kesempatan kedua.
Pengurus sekaligus pengajar Aeronef Academy, Miftakhul Rohmah, menjelaskan bahwa pihaknya melihat lebih dari sekadar kesalahan yang dilakukan Nisya. Di balik tindakan keliru itu, mereka menangkap ketulusan niat dan perjuangan seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya.
“Kami melihat niat dan perjuangan Nisya yang begitu besar. Di balik keterbatasan, tekanan, dan kesalahan yang ia lakukan, ada semangat, harapan, dan tekad jujur untuk memperbaiki masa depan,” ujar Miftakhul kepada JawaPos.com.
Menurutnya, Aeronef Academy tidak menempatkan diri sebagai hakim atas apa yang telah terjadi. Lembaga tersebut juga menegaskan tidak pernah membenarkan tindakan penyamaran yang dilakukan Nisya.
“Kami tidak membenarkan perbuatan salah. Namun kami percaya, banyak kesalahan lahir dari hati yang sedang lelah,” katanya.
Aeronef Academy memandang pendidikan sebagai ruang pulang bagi mereka yang ingin belajar dan berubah. Dalam pandangan mereka, tidak semua orang yang tersesat harus dihukum selamanya, sebagian hanya membutuhkan pendampingan dan arah yang benar.
“Kadang seseorang hanya butuh tangan yang menggenggam, suara yang menenangkan, dan langkah yang dituntun perlahan,” lanjut Miftakhul.
Langkah memberikan beasiswa ini juga diambil dengan penuh kehati-hatian. Hingga kini, pihak Aeronef Academy mengaku masih berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Nisya.
Proses tersebut dilakukan secara empatik, dengan tetap menghormati ruang pribadi dan kondisi emosional yang tengah ia hadapi pascaviral.
“Kami masih berusaha menjalin komunikasi secara langsung. Semua kami lakukan dengan penuh empati dan kehati-hatian,” jelasnya.
Aeronef Academy bahkan membuka ruang kepada publik yang mungkin memiliki akses komunikasi dengan Nisya, agar pesan dukungan tersebut dapat tersampaikan.
“Kami berharap jika ada yang berkenan, mohon bantu sampaikan pesan kami ini kepada Nisya,” tambah Miftakhul.
Keputusan ini menegaskan posisi Aeronef Academy sebagai lembaga pelatihan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis awak kabin, tetapi juga nilai kemanusiaan, pemulihan mental, dan pembentukan karakter.
Di tengah budaya digital yang kerap menghakimi, langkah Aeronef Academy menghadirkan sudut pandang lain: bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan untuk bangkit, bukan sekadar ganjaran bagi mereka yang sudah sempurna.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
