Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Juni 2023 | 01.38 WIB

Kandidat Cawapres Pendamping Anies Baswedan: AHY, Khofifah, atau Gus Yasin?

Calon Presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan (tengah) bersama Tim 8 saat memberikan keterangan pers terkait ekskalasi dinamika politik menuju Pemilu 2024 di Sekretaria Perubahan di  Brawijaya X, Jakarta, Selasa (30/05/2023). Anies Baswedan menyat - Image

Calon Presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan (tengah) bersama Tim 8 saat memberikan keterangan pers terkait ekskalasi dinamika politik menuju Pemilu 2024 di Sekretaria Perubahan di Brawijaya X, Jakarta, Selasa (30/05/2023). Anies Baswedan menyat

JawaPos.com – Sejauh ini, nama-nama bakal calon wakil presiden (cawapres) masih gelap. Artinya, belum diumumkan ke publik. Termasuk cawapres pasangan Anies Baswedan. Memang, dua nama disebut-sebut memiliki kans mendampingi Anies. Yakni, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) juga dikabarkan sudah menyepakati satu nama cawapres tersebut. Namun, kepastian nama yang bersangkutan akan diumumkan kemudian.

Belakangan, informasi yang didapat Jawa Pos, satu nama tersebut mungkin bukan AHY ataupun Khofifah. Namun, nama tokoh lain. Salah seorang yang belakangan juga santer berembus adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Dia tidak lain putra dari almarhum KH Maimoen Zubair, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan PPP.

Benarkah satu nama cawapres dan disebut kejutan itu adalah Gus Yasin? Sejumlah petinggi KPP ketika dikonfirmasi memilih tutup mulut. Yang jelas, bulan lalu sudah muncul deklarasi di Jawa Tengah dukungan untuk memasangkan Gus Yasin dengan Anies. Bukan tanpa alasan dukungan kepada Gus Yasin tersebut. Salah satunya karena ketokohannya yang relatif sudah dikenal luas.

Gus Yasin pun sudah membuat surat pengunduran diri sebagai Wagub Jawa Tengah. Namun, belum terkonfirmasi apakah keputusan itu terkait persiapan sebagai cawapres. Yang sudah beredar ke publik, Gus Yasin mundur lantaran yang bersangkutan mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan, hasil survei Indikator Politik menunjukkan penurunan elektabilitas Anies. Dia menduga penurunan elektabilitas itu karena lambannya proses deklarasi cawapres. ”Jadi, hipotesis kami seperti itu,” terangnya kemarin (5/6).

Dia berharap hasil survei itu harus menjadi pengingat bagi Anies. Karena itu, pihaknya akan meminta Anies agar segera mendeklarasikan cawapresnya bulan ini. Dengan demikian, Arief berharap jarak elektabilitas tersebut tidak terlalu jauh. Jika jaraknya sudah cukup jauh, dia menilai pasangan cawapres yang ditunjuk Anies nanti berat.

Sementara itu, Ketua DPP Nasdem Charles Meikyansah mengatakan, hasil survei itu menjadi bahan evaluasi dalam penentuan cawapres. Mungkin ada masyarakat yang belum yakin dengan pencapresan Anies. Mereka masih menunggu penentuan dan deklarasi capres-cawapres dari KPP.

Charles tidak menampik bahwa Anies sudah mengantongi satu nama cawapres. Soal siapa, Anies menunggu momen yang tepat untuk mendeklarasikannya. ”Kalau sudah dideklarasikan, kami yakin elektabilitasnya akan naik,” ungkapnya. (lum/c19/hud)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore