Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juni 2023 | 02.38 WIB

Harga Minyak Mentah 2024 Diramal Turun, Menteri ESDM Ungkap Pemicunya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif - Image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

JawaPos.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengusulkan besaran Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2024 sebesar USD 70-80/barel. Besaran angka ini sama dengan tahun APBN 2023.

Arifin mengungkapkan harga minyak mentah diusulkan tetap karena diramal pada tahun mendatang akan mengalami penurunan. Terlebih realisasi harga minyak selama Januari-Mei 2023 ini rata-rata sebesar US$D 76,41 per barel.

"Kementerian ESDM mengusulkan asumsi ICP dalam RAPBN T.A.2024 sebesar USD70-80/barel. Hal ini didasari atas realisasi rata-rata ICP sampai dengan Mei 2023 sebesar USD76,41/barel dan cenderung turun," kata Arifin dalam Rapat Kerja besama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (5/6) "Serta berdasarkan proyeksi Polling Reuters dan Short Term Energy Outlook dari United State - Energy Information Administration - Department of Energy, harga minyak dunia tahun 2024 diperkirakan pada kisaran USD69,47 - 88,01/barel," imbuhnya.

Arifin mengungkapkan, faktor lain yang mempengaruhi harga minyak seperti pertumbuhan ekonomi global melambat dengan inflasi tinggi di beberapa negara. Belum lagi, OPEC+ akan melakukan kontrol pasokan minyak untuk menjaga harga di kisaran USD 80/barel, pertumbuhan produksi minyak mentah Amerika Serikat, krisis geopolitik Rusia - Ukraina mengurangi ekspor minyak Rusia. "Surplus pasokan minyak semester I 2023 berubah menjadi defisit pada semester II 2023, dan pembukaan kembali perbatasan Tiongkok," ungkap Arifin.

Selain besaran ICP, Arifin menjelaskan Kementerian ESDM juga mengusulkan lifting minyak dan gas bumi sebesar 1.596 - 1.706 ribu barel setara minyak per hari, dengan rincian untuk lifting minyak bumi sebesar 597 - 652 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 999 - 1.054 ribu barel setara minyak per hari.

Untuk volume BBM dan LPG Bersubsidi. Volume BBM Bersubsidi diusulkan sebesar 18,73 - 18,76 juta kiloliter dan volume LPG Bersubsidi sebesar 7,80 - 7,90 juta MTon.

"Kami mengusulkan volume BBM bersubsidi dalam RAPBN 2024 sebesar 18,73 - 18,76 juta KL, yang terdiri dari minyak tanah sebesar 0,573 - 0,574 juta KL dan minyak solar sebesar 18,16 - 18,18 juta KL. Mencermati realisasi sampai dengan bulan Mei 2023 dan outlook 2023, kami mengusulkan volume LPG 3 Kg dalam RAPBN T.A. 2024 sebesar 7,80 - 7,90 juta MTon," jelas Arifin.

Terakhir, untuk subsidi tetap minyak solar, Kementerian ESDM mengusulkan subsidi tetap untuk minyak solar sebesar Rp1.000/liter dan subsidi listrik pada RAPBN 2024 sebesar Rp69,81 - 74,85 triliun.

Kemudian, subsidi listrik pada RAPBN 2024 sebesar Rp 69,81 - 74,85 triliun dengan asumsi ICP USD 70 - 80/barel dan nilai tukar sebesar Rp14.700 - Rp15.300/USD. "Usulan kebijakan subsidi listrik tahun 2024, yaitu tepat sasaran diberikan hanya kepada golongan yang berhak untuk rumah tangga diberikan kepada rumah tangga miskin dan rentan, serta mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih efisien," terang Arifin. (*)

 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore