
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenkraf) Irene Umar saat mengingatkan konten kreator perlu memperhatikan hak cipta. (Istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa secara langsung di institusi budaya dan industri kreatif agar proses pembelajaran tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan menghasilkan kesiapan nyata menghadapi dunia profesional.
Penegasan ini disampaikannya di tengah kebutuhan talenta muda yang kian mendesak seiring pesatnya pertumbuhan industri kreatif nasional.
Saat ini, pertumbuhan industri kreatif, termasuk subsektor musik, desain, dan media digital, terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Perubahan perilaku konsumen, dinamika industri musik, serta tuntutan kolaborasi antara brand, seniman, dan institusi budaya mendorong lahirnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan memiliki pemahaman lintas disiplin.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Prasetiya Mulya menghadirkan inovasi pembelajaran kolaboratif melalui kerja sama strategis Program Studi S1 Branding dan S1 Event. Kolaborasi ini diwujudkan dalam proyek Ujian Akhir Semester (UAS) yang melibatkan pelaku industri kreatif, institusi budaya, serta pemangku kebijakan.
Proyek pembelajaran terintegrasi ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Manajer Program Studi S1 Event Hanesman Alkhair MM, Manajer Program Studi S1 Branding Novi Amelia MSM, serta dosen dan profesional staf yang terlibat aktif dalam perancangan dan pelaksanaannya.
Dalam proyek tersebut, mahasiswa menganalisis karya The Overtunes melalui tiga mata kuliah elektif S1 Branding semester 7, yakni Arts Marketing, Cultural Branding, serta City Branding & Historic Urban Landscape for Sustainability yang diampu oleh Dr.(cand) Luki Safriana. Analisis ini diperkaya dengan kajian dari mata kuliah jangkar S1 Event semester 1, Event Operation Management 1, yang diampu oleh Irman Jayawardhana M.Sc dan Dr.(cand) Luki Safriana.
Rangkaian kegiatan UAS berlangsung di kompleks Museum Bank Indonesia pada 4 Desember 2025. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang hadir memberikan paparan mengenai peran strategis ekonomi kreatif dalam membentuk pendekatan branding dan pemasaran seni masa kini.
“Kolaborasi hexa helix antara kampus, industri, budaya, dan pemerintah menjadi kunci membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Irene Umar, Senin (22/12)?
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam praktik industri dan institusi budaya menjadi elemen penting dalam menciptakan talenta kreatif yang siap bersaing.
“Melalui keterlibatan langsung dengan industri dan institusi budaya, mahasiswa tidak hanya belajar kreativitas, tetapi juga menciptakan nilai dan kesiapan menghadapi dunia nyata,” tambahnya.
Proyek kolaboratif ini melibatkan lebih dari 100 mahasiswa yang terbagi dalam 27 kelompok. Mereka mengangkat berbagai isu kekaryaan berbasis inklusivitas melalui karya The Overtunes. Setelah melalui proses kurasi ketat, sembilan karya terbaik terpilih dan dipresentasikan langsung di hadapan personel The Overtunes sebagai dewan juri.
Proses penjurian final yang digelar di Auditorium Museum Bank Indonesia memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya industri kreatif dan event yang ditopang oleh pemahaman city branding, literasi budaya, serta strategi pemasaran seni. Pemilihan lokasi museum juga menegaskan pesan tentang pentingnya konservasi budaya dan kecintaan terhadap tanah air.
Rangkaian acara ditutup dengan konser mini The Overtunes yang membawakan sejumlah lagu hits dan dinikmati oleh seluruh mahasiswa peserta UAS, menandai kolaborasi nyata antara dunia akademik, industri kreatif, dan institusi budaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
