
Terdampak Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, 30 Ribu Hektare Sawah di Aceh Terancam Gagal Panen. (istimewa)
JawaPos.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti potensi kerawanan korupsi dalam penyaluran bantuan kebencanaan, terutama menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Sepanjang tahun 2024, terdapat kerugian negara mencapai Rp 14,2 miliar dari berbagai kasus korupsi yang berkaitan dengan penanggulangan bencana.
Peneliti ICW, Erma Nuzulia Syifa, menyampaikan kasus korupsi terkait penanganan bencana masih terjadi dan harus menjadi perhatian serius pemerintah serta aparat penegak hukum.
"Kerugian negara hingga Rp 14,2 miliar sepanjang 2024," kata Erma Nuzulia Syifa dalam konferensi pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, Kamis (4/12).
Ia menekankan, praktik rasuah tersebut muncul dalam berbagai bentuk dan melibatkan sejumlah pihak.
“Modus berkisar antara korupsi bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, pengadaan alat metrologi, dan relokasi mandiri korban bencana alam,” ujarnya.
Erma menegaskan, pemerintah perlu memperkuat upaya pencegahan, mengingat korupsi di sektor kebencanaan memiliki dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Ia mengingatkan, tata kelola yang buruk dalam distribusi bantuan dan anggaran kebencanaan dapat memperburuk kondisi masyarakat. Sebab, korupsi dalam penanganan bencana membuat masyarakat kehilangan hak mereka dua kali.
“Kalau korupsi sudah terjadi, korban bencana alam itu akan mengalami kerugian dua kali. Pertama dia menjadi korban bencana alam, kedua mereka menjadi korban korupsi,” tegasnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan untuk pemulihan Sumatera pasca banjir dan longsor, ICW berharap pemerintah dan aparat penegak hukum lebih memperhatikan aspek pengawasan dan transparansi.
Oleh karena itu, ICW menyatakan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam memperkuat sistem pengawasan antikorupsi di sektor kebencanaan. Hal ini penting untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Sehingga kami di sini hendak mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap dana-dana yang diberikan ke Sumatera,” pungkasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
