Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Desember 2025 | 22.32 WIB

Krisis Gas hingga Bahan Pangan, SPPG di Aceh Ubah Strategi agar MBG Tetap Jalan

Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal/(Istimewa). - Image

Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal/(Istimewa).

JawaPos.com – Bencana banjir yang melanda Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mendorong para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk berkreasi agar keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.

“Kami sedang berupaya untuk mengganti menu dengan menu lokal karena bahan pangan untuk SPPG-SPPG ini mengalami kelangkaan,” kata Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, Rabu (3/12).

Mustafa menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi untuk mengusulkan penggantian menu yang selama ini mereka olah dengan umbi-umbian, kacang-kacangan, tahu tempe dan juga ikan yang dibudidayakan di kolam-kolam warga. Sebab, bahan baku makanan lokal ini masih banyak di wilayah-wilayah Aceh. “Bahan makanan lokal ini tersedia di wilayah Aceh Barat, Bireun, dan Pidie,” ujarnya.

Ia pun telah bertemu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk membahas pasokan gas. Sebab, suplai gas baru dapat kembali lancar dalam satu hingga dua bulan ke depan. Langkah antisipasi sementara, ESDM Aceh menawarkan penggunaan briket batu bara sebagai alternatif bahan bakar. “Kemarin kami sudah bertemu ESDM Aceh yang menawarkan briket batu bara,” kata Kamal.

Persoalan lain adalah kelangkaan air bersih dan pasokan listrik. Mereka telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), namun pihak PDAM belum bisa memastikan kapan instalasi air minum yang rusak akibat banjir dapat diperbaiki.

Hingga kini, aliran listrik juga masih belum stabil karena banyak jaringan dan instalasi yang terendam. Akibat kondisi tersebut, 19 SPPG di Kabupaten Bireun, terpaksa berhenti beroperasional sementara.

Di Kabupaten Bireun, Nangroe Aceh Darussalam, terdapat 26 SPPG yang sudah beroperasi. Namun, akibat bencana banjir, dua SPPG terdampak langsung dan tidak dapat beroperasi sejak awal kejadian. Adapun kecamatan yang paling terdampak adalah Kecamatan Jangka dan Kecamatan Peusangan.

SPPG di Aceh Alih Fungsi Salurkan MBG ke Korban Bencana
Selama masa pemulihan pascabencana, sebanyak 21 SPPG mengalihkan penyaluran Program MBG, yang semula diberikan kepada siswa di sekolah, kini bantuan diserahkan kepada masyarakat, terutama korban bencana di Kabupaten Bireun.

Pada 26 November 2025, sebanyak 62.826 paket makanan telah didistribusikan. Keesokan harinya, kembali disalurkan 30.261 paket, kemudian disusul 37.180 paket pada 28 November. “Sementara pada 29 November 2025 dikirimkan 38.668 paket bantuan,” kata Kamal.

Kamal mengungkapkan, kelangkaan bahan baku, ketidakstabilan pasokan listrik, keterbatasan air bersih untuk produksi, serta kekurangan suplai gas, membuat SPPG yang semula aktif membantu korban bencana terpaksa menghentikan kegiatan. “Untuk sementara kami baru dapat melanjutkan operasional hingga hari ini, 3 Desember 2025,” ucapnya.

Para SPPG di sana juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Bireun, meminjamkan 5 kendaraan operasional. Selain itu, tiga mobil distribusi turut dikerahkan untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore