Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Desember 2025 | 21.08 WIB

Empat Kampung Hilang dalam Semalam, Gubernur Aceh Mualem Menangis: Seperti Tsunami Kedua

JALINSUM: Banjir di Jalinsum Medan-Aceh, tepatnya di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat. (Dok. istimewa) - Image

JALINSUM: Banjir di Jalinsum Medan-Aceh, tepatnya di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat. (Dok. istimewa)

JawaPos.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, tak kuasa menahan tangis saat memberikan gambaran pilu mengenai kondisi terkini penanganan Banjir dan Longsor Aceh.

Ia menyebut bencana alam yang melanda 18 kabupaten/kota ini ibarat Tsunami Kedua bagi Aceh.

Mualem mengungkapkan betapa parahnya dampak Bencana Aceh kali ini, bahkan menyebabkan beberapa permukiman hilang total disapu banjir bandang dan longsor.

Menurutnya, ada sekitar 4 kampung yang hilang disapu bencana, termasuk di Sawang dan Jambo Aye di Aceh Utara, hingga kawasan Peusangan di Bireuen.

"Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, Peusangan di Bireuen, malam itu 4 kampung juga nggak tahu entah ke mana. Jadi, Aceh sekarang seperti tsunami kedua," ujar Mualem dengan suara bergetar dikutip JawaPos.com, Senin (1/12) 

Menyikapi kondisi darurat ini, Mualem menegaskan bahwa penanganan Banjir Aceh dan longsor harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.

Prioritas utama saat ini adalah percepatan pembukaan akses darat. Langkah ini krusial untuk memastikan bantuan logistik segera menjangkau desa-desa yang terisolasi.

"Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," tegas Mualem.

Bantuan Darurat Diterjunkan Lewat Udara dan Darat

Mualem sebelumnya juga bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat. Total 10 ton beras disalurkan ke sejumlah titik pengungsian yang membuka dapur umum di sepanjang jalan nasional Banda Aceh-Medan, Kabupaten Aceh Utara.

"Kami mengantar bantuan ke semua pelosok di seluruh Aceh. Kendala dalam distribusi bantuan karena ada wilayah yang tidak dapat diakses transportasi," kata dia di Aceh Utara, Minggu.

Oleh karena tak bisa sepenuhnya menggunakan jalur darat akibat rusaknya akses, Mualem mengambil langkah menggunakan pesawat udara dari Banda Aceh ke Aceh Utara. Bantuan diserahkan secara simbolis, termasuk 10 ton beras dari Dinas Pangan Aceh serta logistik dari Triangle Pase dan BPMA.

Setelah pendaratan, penyaluran bantuan dilanjutkan secara langsung kepada para pengungsi di pinggir jalan nasional Banda Aceh-Medan, termasuk di Alue Gunto, Geumata, Meunasah Reudeup, Keude Sampoiniet, dan Panton Labu.

Hingga saat ini, beberapa ruas jalan lintas nasional masih terendam. Di Cot Mane, Kecamatan Baktiya, ketinggian air dilaporkan masih sekitar 70 sentimeter, membuat distribusi logistik via darat semakin sulit.

Mualem menyebut, wilayah yang baru bisa dilewati kendaraan darat secara lancar hanya sampai Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Bantuan ke lokasi-lokasi ini pun terus mengalir.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore