
Warga Takengon berdiri di antara kayu-kayu yang terbawa banjir dan longsor. (Jurnalisa untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Banjir besar menerjang sebagai wilayah Sumatera khususnya Sumatera Utara dan sebagian Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Selain karena faktor cuaca, banjir bandang diduga kuat terjadi karena rusaknya ekosistem alam karena aktivitas pertambangan dan pembalakan hutan.
Sejumlah titik di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, hingga Kota Medan terendam air setinggi 50–150 sentimeter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan ratusan warga mengungsi ke fasilitas umum setempat karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni.
Di beberapa wilayah, akses jalan terputus akibat arus deras dan tumpukan material yang terbawa banjir. Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan suplai pangan yang memadai sejak hari pertama banjir.
“Air naik cepat sekali. Kami hanya bisa menyelamatkan pakaian anak dan dokumen,” kata salah satu warga di Kecamatan Stabat.
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, sejumlah instansi dan lembaga mulai menyalurkan bantuan logistik. Salah satunya adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang mengirim paket kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak.
Bantuan tahap pertama senilai Rp 180 juta itu mencakup bahan pangan seperti beras, minyak goreng, mie instan, air mineral, telur, serta obat-obatan dan perlengkapan ibu dan anak.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan dilakukan berkoordinasi dengan BPBD dan BNPB agar dapat menjangkau titik yang paling membutuhkan.
“Distribusi awal difokuskan untuk wilayah di Sumatera Utara dan Aceh yang membutuhkan suplai logistik paling mendesak,” ujar Fajriyah melalui keterangannya.
Selain bantuan dari pos perusahaan di Sumatera, PGN juga mengirimkan dukungan tambahan dari Jakarta. Pengiriman dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan BNPB dan stakeholder terkait menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma.
BNPB menyebut distribusi bantuan akan diprioritaskan ke tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, menyesuaikan tingkat kerusakan dan jumlah warga terdampak di masing-masing daerah.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan terkait kebutuhan pengungsi, terutama akses air bersih, pangan, dan layanan kesehatan.
Hingga Sabtu malam (29/11), proses evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan. Aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, serta relawan setempat masih berjibaku menembus wilayah yang sulit diakses akibat genangan dan lumpur.
Pemerintah mengimbau warga di daerah rawan untuk tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih tinggi dalam beberapa hari ke depan menurut prakiraan BMKG. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
