
Francisco Rivera dipastikan tak bisa bela Persebaya Surabaya lawan Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com-Francisco Rivera dikabarkan absen saat Persebaya Surabaya melawat ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-14 Super League 2025/2026 berdasarkan informasi dari fanbase @onlinepersebaya. Kabar ini menjadi hantaman keras bagi Green Force karena pemain termahal mereka mendapat hukuman tambahan dari Komdis PSSI setelah kartu merah kontra Persik Kediri.
Absennya gelandang serang asal Meksiko itu semakin terasa berat karena Persebaya Surabaya sedang berada dalam masa transisi setelah pemecatan pelatih kepala Eduardo Perez. Latihan pertama tanpa sang pelatih digelar di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo dan langsung dipimpin Uston Nawawi sebagai caretaker.
Di tengah perubahan besar tersebut, mental pemain ternyata diklaim tetap stabil. Uston menegaskan dirinya sudah bertemu para pemain untuk memberi penjelasan terkait kondisi tim. “Tentunya semua kita komitmen dan bertekad. Kita jelaskan ke pemain yang terpenting Persebaya nomor satu,” ujar Uston. Ia menambahkan, “Untuk mental para pemain tidak ada masalah sama sekali.”
Manajemen dan staf pelatih sebelumnya juga menggelar pertemuan internal untuk menyiapkan langkah darurat setelah pemecatan Eduardo Perez. Hasilnya adalah penunjukan Uston sebagai pelatih sementara sambil menunggu pelatih baru merampungkan proses legalitas kontrak.
Pelatih baru itu dikabarkan sudah dipilih namun belum bisa langsung bergabung. Uston pun kembali memegang tanggung jawab penuh untuk mempersiapkan tim menuju laga penting di Bandar Lampung.
Di sisi lain, hilangnya Rivera tak sekadar mengurangi kekuatan, tetapi juga menghilangkan sosok pengatur tempo yang menjadi pusat kreativitas musim ini. Rivera yang berposisi alami sebagai attacking midfielder sering menjadi pemecah kebuntuan Persebaya Surabaya. Pemain asal San Luis Potosí, Meksiko itu memiliki nilai pasar yang sangat tinggi, yakni Rp7,82 miliar. Statusnya sebagai pemain termahal Persebaya Surabaya membuat absensinya otomatis menjadi sorotan besar jelang laga akhir pekan.
Sejak bergabung pada 1 Juli 2024, Rivera langsung beradaptasi dan menjadi tumpuan dalam pola serangan Green Force. Ia memiliki kontrak hingga Mei 2026 sehingga menjadi investasi jangka panjang dalam proyek pembenahan skuad. Musim ini Rivera tampil dalam sembilan pertandingan dengan kontribusi tiga gol dan tiga assist. Total 796 menit bermain menunjukkan betapa pentingnya peran Rivera sebagai pemain yang kerap menjadi penyambung antarlini.
Sayangnya, dua kartu merah yang diterimanya musim ini membuat ritme bermain Rivera sedikit terganggu.
Hukuman tambahan dari Komdis menjadi pukulan yang membuat Persebaya Surabaya harus mencari alternatif di lini tengah dalam waktu singkat. Reaksi suporter pun bermunculan seusai kabar absensi Rivera merebak di media sosial. Di kanal Instagram fanbase @onlinepersebaya, seorang Bonek menulis, “Habislah sudah ????,” menggambarkan rasa cemas jelang laga krusial.
Kecemasan itu wajar karena Rivera adalah elemen penting yang membantu penyerang Persebaya Surabaya mendapat suplai bola matang.
Kreativitasnya jarang tergantikan dan kemampuan mengontrol ritme menjadi kunci permainan Green Force.
Namun Uston mengingatkan sepak bola bukan tentang satu individu. Ia menekankan seluruh pemain harus siap memberikan kontribusi terbaik dalam situasi seperti ini.
Ketidakhadiran Rivera otomatis membuka peluang bagi gelandang lain yang sebelumnya lebih banyak menjadi pelapis. Mereka dituntut muncul sebagai solusi dan menunjukkan kapasitas untuk menjaga dinamika permainan.
Duel melawan Bhayangkara FC menjadi ujian besar sekaligus kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Uston berharap para pemainnya mampu mengeksekusi taktik dengan disiplin dan kemauan kerja tinggi.
Persebaya Surabaya membutuhkan hasil positif untuk meredam tekanan sekaligus mengembalikan kepercayaan pendukung.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
