
Novel Baswedan saat hadir konferensi pers Kaukus Masyarakat Sipil di kawasan Jakarta Pusat, Senin (29/11/20210. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan dia bersama beberapa orang rekannya melakukan penyelidikan sing
JawaPos.com - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan sikap Dewan Pengawas KPK yang belum melakukan pemeriksaan terhadap Ketua KPK Firli Bahuri. Hal ini setelah Firli dilaporkan terkait dugaan kebocoran dokumen penyelidikan dugaan korupsi di Kementerian ESDM.
Novel juga mempertanyakan langkah Polda Metro Jaya yang belum memanggil Firli Bahuri dalam kasus tersebut. "Dewas KPK belum akan periksa Firli dalam kasus kebocoran dokumen, lalu Polda Metro Jaya apa juga belum ada rencana?" kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Kamis (25/5).
Novel menyayangkan belum ada tindak lanjut dari Dewas maupun Polda terkait pelaporan dugaan kebocoran dokumen penyelidikan itu.
"Ini Firli sudah dimaklumi masalahnya atau pada takut meriksa Firli ya?," cetus Novel.
Dewas KPK blm akan periksa Firli dlm kasus kebocoran dokumen, lalu Polda Metro Jaya apa juga blm ada rencana?
Ini Firli sdh dimaklumi masalahnya atau pada takut meriksa Firli ya?
Lalu mau berantas korupsi dgn dasarnya Integritas atau kompromisitas?https://t.co/UGcXaEi3dY— novel baswedan (@nazaqistsha) May 23, 2023
Novel lantas menegaskan, seharusnya penegakan hukum mengedepankan integritas. Bukan justru kompromisitas yang dapat memundurkan norma hukum. "Lalu mau berantas korupsi dengan dasarnya integritas atau kompromisitas?" tegas Novel.
Dewas KPK sebelumnya telah menerima laporan, terkait dugaan Ketua KPK Firli Bahuri membocorkan dokumen penyelidikan kepada Kementerian ESDM. Firli diduga membocorkan dokumen KPK yang menginformasikan akan melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi di Kementerian ESDM.
Dokumen rahasia KPK itu ditemukan ketika tim penindakan KPK menggeledah kantor Kementerian ESDM, tepatnya di ruangan Kepala Biro Hukum ESDM Idris Sihite.
Padahal, laporan tersebut bersifat rahasia dan hanya diperuntukkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas penyelidikan kepada Pimpinan KPK. Saat ditemukan, Idris Sihite diinterogasi dan diduga dokumen tersebut diperoleh dari Menteri ESDM Arifin Tasrif yang mendapatkannya dari Mr. F (Pimpinan KPK).
Tujuan penyampaian dokumen tersebut agar berhati-hati dan melakukan antisipasi terhadap upaya penindakan yang dilakukan KPK. Padahal di sisi lain, tim KPK sedang melakukan operasi tertutup untuk mengungkap kasus korupsi di Kementerian ESDM.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
