Wawan Syafwanuddin (baju kuning) memberikan arahan dan edukasi tentang pentingnya keselamatan dalam penanganan pemadaman api. Sebagai konsultan dan trainer, dia telah melatih 4.500 orang.
Wawan Syafwanuddin tak ragu meninggalkan pekerjaannya di tambang serta memilih menjadi trainer, konsultan, dan praktisi firefighter and rescue. Berbagai kompetisi dia ikuti untuk meningkatkan kemampuannya.
AZAMI RAMADHAN, Surabaya
WAWAN Syafwanuddin masih ingat betul insiden dua belas tahun silam. Saat itu, helikopter yang mengangkut dua rekannya dikabarkan hilang kontak dan terjatuh.
Waktu itu, Wawan tengah menjalani proses pelatihan lanjut tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di salah satu perusahaan tambang di Nusa Tenggara Barat (NTB), tempatnya bekerja.
Wawan dan seluruh peserta pelatihan akhirnya meninggalkan ruang kelas untuk bergabung dengan tim evakuasi.
Sebanyak delapan tim SAR gabungan, termasuk Brigade Mobil Polri, dan warga lokal terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan tersebut.
”Kemiringan lereng sampai 60 derajat dan posisi korban sangat curam,” ceritanya Minggu (21/5).
Kondisi helikopter sudah hancur berkeping-keping. Meski terkendala medan yang sangat berat, proses evakuasi dua jenazah itu tak sampai memakan waktu 24 jam.
Menurut dia, cepatnya proses evakuasi itu disebabkan tim memiliki pertimbangan yang matang, kompak, serta saling memahami. Itulah yang membuat Wawan kepincut dan memutuskan untuk terlibat penuh dalam fire and emergency service.
”Sebelumnya, saya relawan di K3 karena sebelumnya menjabat operational supervisor,” ungkap pria 50 tahun itu.
Ketertarikan pada dunia keselamatan dan kesehatan kerja (K3) hingga fire and emergency service tak lain karena Wawan ingin mengabdikan hidupnya pada kemanusiaan. Menurut dia, petugas penyelamatan adalah orang paling berani.
Sebab, pada saat ada kejadian darurat, yang lain menjauh untuk menghindari bahaya. Sebaliknya, petugas justru masuk dan terlibat penuh dalam penanganan.
Untuk meningkatkan kemampuannya, Wawan mengikuti beberapa pelatihan serta kompetisi. Salah satunya, Indonesian Fire Rescue Challenge and Competition (IFRC). Sebuah ajang kompetisi tim rescue pertambangan yang dihelat tahunan. ”Saya terlibat sejak tahun 2009,” ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
