Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Mei 2023 | 17.35 WIB

AHY Ingatkan Anies: Siapapun Presidennya Nanti akan Terbebani Utang Negara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan pandangan awal tahun dan isu terkini saat konferensi pers di DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2023). Isu yang dibahas yakni berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2024. AHY berharap tahapan - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan pandangan awal tahun dan isu terkini saat konferensi pers di DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2023). Isu yang dibahas yakni berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2024. AHY berharap tahapan

 
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan terkait tingginya utang negara. AHY meyebut, siapapun yang akan menjadi Presiden RI akan terbebani besarnya utang negara, yang saat ini tercatat lebih dari Rp 7.800 triliun. 
 
"Bertambah lebih dari Rp 5.000 triliun sejak 8 tahun yang lalu. Jauh di atas keamanan fiskal negara kita," kata AHY saat menghadiri acara puncak Milad PKS ke-21 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5).
 
Putra Presiden ke-6 RI SBY ini menyebut, siapapun yang akan menjadi pemimpin Indonesia, akan terbebani dengan tingginya utang negara. "Para tokoh nasional, termasuk Pak Jusuf Kalla, mengingatkan siapapun presiden ke depan, siapapun yang akan memerintah ke depan, akan terbebani dengan utang yang sangat berat. Jadi, Mas Anies Baswedan, ini merupakan tantangan terbesar nanti. Jika Insya Allah Tuhan menakdirkan Mas Anies menjadi Presiden Republik Indonesia," ucap AHY.
 
Sementara itu, dari segi penegakan hukum, lanjut AHY, banyak yang merasakan praktik penegakan hukum yang seolah tajam ke bawah tumpul ke atas, tajam ke lawan tumpul ke kawan. "Kita tahu mengamankan kawan politik dari proses hukum adalah obstruction of justice atau menghalangi penegakan hukum. Sedangkan menggunakan instrumen hukum untuk menghabisi lawan politik, namanya abuse of power. Penyalahgunaan kekuasaan kedua-duanya tidak sepatutnya terjadi di negeri tercinta Indonesia ini," tegas AHY.
 
Sementara itu, AHY menilai kualitas demokrasi mengalami kemunduran. Yang berani bersuara, seolah-olah dianggap sebagai musuh negara.
 
"Bukankah negeri ini milik kita semuanya? Jangan sampai ada masyarakat yang merasa terbungkam, takut bersuara di negerinya sendiri," jelas AHY.
 
AHY menegaskan, agenda perubahan dan perbaikan, khususnya  bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, di bidang penegakan hukum dan keadilan, serta di bidang demokrasi dan kebebasan sipil inilah yang menyatukan ketiga partai (Demokrat, PKS NasDem) dalam koalisi.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore