
Menhut Raja Juli Antoni berpidato di ajang United for Wildlife Global Summit dan High-Level Ministerial Roundtable di Rio de Janeiro, Brasil (4/11). (Dok. Kemenhut)
JawaPos.com - Upaya Indonesia dalam mengakui hutan adat mendapatkan pengakuan dunia. Dalam ajang United for Wildlife Global Summit dan Pertemuan Tingkat Tinggi Menteri di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (4/11) Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan Indonesia memasang target pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat.
Target pengakuan hutan adat tersebut menegaskan komitmen kuat Indonesia terhadap pengakuan hutan adat. Raja menyatakan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati dan percepatan pengakuan hutan adat merupakan satu kesatuan dari strategi untuk memerangi kejahatan lingkungan. Serta menjadi upaya untuk memperkuat tata kelola hutan berbasis masyarakat.
Raja mengatakan salah satu aspek krusial yang sering terabaikan dalam penanggulangan kejahatan lingkungan adalah keterlibatan masyarakat adat dan masyarakat lokal. "Padahal mereka adalah penjaga sejati hutan kita,” ujarnya di hadapan para menteri dan perwakilan dari seluruh dunia.
Untuk diketahui United for Wildlife Global Summit dan High-Level Ministerial Roundtable adalah pertemuan bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Kerajaan Pangeran dan Putri Wales di Rio de Janeiro, Brasil. Forum ini dihadiri oleh Yang Mulia Pangeran William, beserta delegasi dari berbagai negara dan organisasi internasional.
Lebih lanjut Raja mengatakan, pada Maret 2025 lalu pemerintah Indonesia telah membentuk Satuan Tugas Khusus Percepatan Pengakuan Hutan Adat. Untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Raja menetapkan target untuk mengakui 1,4 juta hektare hutan adat baru selama periode 2025 - 2029 atau empat tahun ke depan.
Dia juga menekankan bahwa pengakuan hutan adat bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Tetapi juga telah terbukti mengurangi laju deforestasi sebesar 30 sampai 50 persen. Jumlah tersebut berdasarkan data dari SOIFO 2024.
“Melalui dukungan untuk tata kelola hutan berbasis masyarakat, Indonesia memperkuat kejelasan hukum, jaminan tenurial, dan keberlanjutan pengelolaan hutan,” ujarnya. Oleh karena itu, kata Raja, mempercepat pengakuan hutan adat itu sangatlah penting. Sama pentingnya dengan komitmen untuk mengakui masyarakat adat dan komunitas lokal.
Dalam forum itu Raja juga menyerukan kerja sama lintas batas. Kemudian kerjasama pertukaran data global. Dengan tujuan untuk mengatasi kejahatan lingkungan seperti perdagangan satwa liar ilegal dan deforestasi.
Menutup pidatonya, Raja menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi mitra aktif dalam koalisi global. Untuk bersama-sama menghentikan kejahatan lingkungan dan melestarikan warisan alam planet ini untuk generasi mendatang. “Mari kita melangkah melampaui retorika menuju solidaritas sejati. Indonesia siap berkolaborasi, bersama kita dapat memastikan bahwa warisan alam kita lestari untuk generasi mendatang," pungkasnya.
Sementara itu Direktur Eksekutif United for Wildlife Tom Clements mengatakan mereka menyambut baik komitmen berani Indonesia yang baru dalam mengakui 1,4 juta hektare hutan adat bagi masyarakat adat. Upaya itu penting sebagai bagian dari kepemimpinan berkelanjutannya dalam mengurangi deforestasi dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini merupakan contoh kepemimpinan yang menginspirasi dalam melindungi manusia dan planet ini," katanya.
Dengan mendukung masyarakat lokal, Indonesia dinilai menunjukkan bahwa tata kelola hutan yang kuat merupakan kunci untuk mengatasi kejahatan lingkungan dan melestarikan warisan alam bersama. Mereka juga sangat senang Indonesia memilih untuk mengumumkan langkah penting ini pada KTT Global United for Wildlife 2025, yang bertemakan melindungi para pelestari alam dan berfokus pada pemberantasan kejahatan lingkungan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
