
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan target penetapan hutan adat seluas 1,4 juta hektar dalam workshop di Jakarta Kamis (19/2/2026) malam. (Dok. Kemenhut)
JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat untuk dikelola masyarakat. Target itu bagian dari program perhutanan sosial dan hutan adat yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, dalam empat tahun ke depan, ditargetkan ada penetapan 1,4 juta hektare hutan adat.
"Sekarang sudah 360 ribuan hektar," kata Raja Juli dalam workshop Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera di Jakarta Kamis (19/2) malam.
Raja Juli menegaskan bahwa perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia menekankan bahwa keberhasilan menjaga hutan sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat sekitar hutan. “Peran masyarakat menjadi tidak akan terkalahkan dalam mengamankan hutan," katanya.
Menurut dia, pelajaran dari berbagai penjuru dunia menunjukkan bahwa yang berhasil menjaga hutan adalah negara-negara yang mampu bekerja sama dengan masyarakat.
Yakni melalui semangat menjadikan hutan tidak berjarak dengan masyarakat, lewat pendekatan yang inklusif. Sehingga membuat masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan.
Sebaliknya, masyarakat dijadikan sebagai mitra utama negara. “Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk kepentingan hidup mereka. Tetapi secara bersamaan juga memiliki komitmen untuk terus menjaga hutan secara lestari,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Raja Juli, terus memperluas akses perhutanan sosial. Termasuk percepatan pengakuan hutan adat.
Ia memastikan bahwa pemerintah telah memiliki peta jalan yang jelas untuk merealisasikan target tersebut.
“Kami terus berkomitmen untuk terus memperbanyak akses perhutanan sosial, ada 8,3 juta (hektare). Hutan adat kita akan eksekusi lebih banyak lagi, saya berkomitmen memberikan dalam 4 tahun ke depan ini 1,4 juta sekarang sudah 360 ribuan,” jelasnya.
Raja Juli menegaskan Kemenhut sudah punya peta jalannya untuk mengeksekusi 1,4 juta hektar hutan adat itu.
"Insya Allah kalau kita memiliki sumber data manusia yang cukup, sumber dana yang cukup, kita akan alokasikan hutan adat ini lebih banyak ke masyarakat,” sambungnya.
Ia menilai perhutanan sosial sebagai metode efektif dalam mengurangi kemiskinan. Khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
