Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Oktober 2025 | 05.54 WIB

Mantan Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Harta Wakaf Bersifat Abadi, Tidak Hanya untuk Makam, Masjid, dan Madrasah

Wakil Presiden ke-13 Ma - Image

Wakil Presiden ke-13 Ma

JawaPos.com - Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin menyoroti potensi wakaf di Indonesia. Dia mengatakan wakaf menjadi salah satu instrumen syariah yang penting. Karena sifatnya yang abadi serta manfaatnya terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin saat menghadiri kegiatan diskusi Wakaf Preneur: Optimizing Waqaf Assets, Toward Economic Equity and Prosperity di Jakarta pada Kamis (30/10).

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menegaskan sifat harta wakaf itu abadi. Maka masih banyak masyarakat yang berpikiran wakaf itu adalah menyerahkan sebidang tanah.

Kemudian wakaf berupa sebidang tanah itu dikelola menjadi masjid, madrasah, dan makam atau sering dia sebut 3M. Ma'ruf menuturkan aset wakaf tanah juga bisa dikelola untuk usaha lain yang mendukung perekonomian umat. Seperti menjadi pusat bisnis atau komersial lainnya.

Selain itu beliau mengatakan wakaf juga bisa dilakukan lewat menyerahkan uang tunai. Uang itu kemudian dikelola atau ditempatkan di instrumen sukuk atau deposito syariah.

Hasil kelolaannya disalurkan untuk beragam program kemaslahatan umat. Seperti di bidang pendidikan, kesehatan, maupun urusan keagamaan.

Dalam forum itu Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai Ketua Dewan Kehormatan Forjukafi. "Tanpa diminta, saya bersedia," katanya. Pasalnya Forjukafi merupakan sekumpulan wartawan yang ikut memperhatikan urusan wakaf serta zakat di Indonesia.

Ma'ruf menyampaikan apresiasi kepada Forjukafi. "Ada wartawan ngurusi wakaf ini kejutan. Biasanya kan ngurusi wakaf," kata Ma'ruf Amin.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan wakaf dan zakat sekarang bukan hanya urusan kiai saja. Bahkan komunitas wartawan juga ikut terjun mengurusi wakaf. Menurut dia, kondisi ini menandakan wakaf di Indonesia bakal semakin berkembang. 

Ma'ruf mengatakan wakaf adalah instrumen keuangan selain zakat. Dia mengingatkan modal wakaf tidak boleh hilang. "Wakaf akan terus berkembang seperti bola salju. Wakaf itu sedekah jariyah," tandasnya.

Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi bersyukur sudah mengantongi izin sebagai Nazir wakaf uang. Dia mengatakan akan sejumlah program sosial kemasyarakatan berbasis wakaf yang akan diluncurkan. Dia mengingatkan bahwa potensi wakaf dan zakat di Indonesia mencapai Rp 500 triliun lebih setiap tahunnya.

Namun khusus untuk wakaf, penghimpunannya baru sekitar 2 persen dari potensinya. Keterlibatan jurnalis di dunia wakaf, diharapkan bisa meningkatkan literasi masyarakat soal wakaf. Ujungnya penghimpunan wakaf semakin besar. "Dengan wakaf, bisa digunakan untuk mengatasi kemiskinan. Jadi nanti APBN bisa rehat sejenak," tuturnya

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore