
Bangunan empat lantai yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bersikukuh perbaikan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny sidoarjo yang ambruk akan menggunakan anggaran APBN.
Ia menyebut, langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kenyamanan para santri dalam menuntut ilmu.
“Pondok Pesantren Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya jumlah santrinya 1.900. Mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja? Nanti kalau kita tidak melakukan sesuatu, marah juga, kan aneh ya. Makanya itu harus menjadi kesadaran kita bersama,” kata Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10).
Cak Imin merasa heran dengan pihak-pihak yang mengkritik keputusan pemerintah menggunakan APBN untuk membantu pesantren tersebut.
Ia menilai, kritik semacam itu justru mengabaikan tanggung jawab sosial negara terhadap dunia pendidikan, khususnya lembaga pesantren.
“Kepada teman-teman yang memprotes penggunaan APBN, apa solusi anda? Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi anda?” tegas Ketua Umum PKB itu.
Cak Imin menegaskan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena itu, ia menegaskan kehadiran negara sangat penting bagi kemajuan pesantren.
"Inisiatif masyarakat amat sangat lebih penting dan amat sangat kita butuhkan. Karena tentu saja anggaran negara amat terbatas, inisiatif masyarakat untuk tumbuh dan berkembangnya penyelenggaraan pendidikan, tugas pemerintah menegakkan, menjaga mengawal, mengawasi agar tidak terjadi lagi itu," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan pembangunan ulang terhadap gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk.
Pembangunannya akan menggunakan dana APBN di pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Insya Allah cuma dari APBN ya," kata Menteri PU Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (9/10).
Meski begitu, Dody tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan ponpes yang ambruk dan memakan puluhan korban jiwa itu akan dibangun dengan menggandeng swasta.
"Tidak menutup kemungkinan, nanti kalau ada bantuan dari swasta, kita pasti akan lakukan. Cuma sementara waktu dari APBN," lanjutnya.
Dody juga menyebut bahwa pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny juga bisa menggunakan alokasi anggaran yang ada di Kementerian Agama.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
