Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Mei 2023 | 20.09 WIB

Lion Air Beberkan Alasan Pesawatnya Gagal Mendarat di Bandara Kendari

SIKAP SIMPATIK: Ikuti alur sesuai panduan petugas. Tas ransel sebaiknya digendong di bagian depan atau dijinjing agar tidak mengganggu orang lain di sekitar. Terutama di antrean masuk pesawat dan lorong kabin. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

SIKAP SIMPATIK: Ikuti alur sesuai panduan petugas. Tas ransel sebaiknya digendong di bagian depan atau dijinjing agar tidak mengganggu orang lain di sekitar. Terutama di antrean masuk pesawat dan lorong kabin. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Maskapai penerbangan Lion Air (kode penerbangan JT) membeberkan alasan pesawat dengan penerbangan nomor JT-992 dengan rute dari Makassar (UPG) menuju Kendari (KDI) yang gagal mendarat pada Kamis (18/5).

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro penerbangan JT-992 batal mendarat justru kembali ke jalur penerbangan atau go around dilakukan karena situasi cuaca yang tidak mendukung.

"Penerbangan JT-992 mengalami pembatalan proses pendaratan pesawat dan mengudara kembali ke jalur penerbangan (go around). Hal ini dilakukan dalam situasi ketika kondisi cuaca yang tidak mendukung," kata Danang dalam keterangan resmi, ditulis Jumat (19/5).

Danang menjelaskan, jelang mendaratnya penerbangan JT-992 kondisi cuaca di Kendari terpantau terjadi perubahan yang mendadak. Dalam hal ini berupa kecepatan angin dan arah angin yang berubah sehingga mengakibatkan kecepatan pesawat melebihi batas ketentuan untuk mendarat sesuai dengan persyaratan operasional dan standar keselamatan penerbangan.

"Keputusan pilot untuk melakukan go around tersebut telah diambil dengan pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan yang berdasarkan pada informasi cuaca aktual yang terpantau melalui radar di dalam pesawat," jelasnya.

Selain itu, Danang juga menyebut bahwa pilot dan awak kabin juga memberikan informasi yang diperlukan kepada seluruh penumpang mengenai kondisi dimaksud.

Selama proses go around, kata Danang, pilot juga tetap berkoordinasi dengan petugas darat dan pengatur lalu lintas udara untuk memastikan langkah-langkah yang tepat diambil demi mengutamakan keamanan penerbangan.

Setelah kondisi cuaca membaik dan memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, pilot berhasil mendaratkan pesawat secara normal di Bandar Udara Haluoleo Kendari di Konawe Selatan pukul 13.25 WITA.

Sebelumnya, penerbangan ini mengudara dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 12.16 WITA (GMT+ 08), yang dioperasikan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-900ER dengan registrasi PK-LFG, membawa 7 (tujuh) awak kabin dan total 217 penumpang terdiri 211 dewasa, 2 (dua) anak-anak dan 4 (empat) balita.

Salah satu penumpang yang berada di dalamnya, yaitu Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah. Melalui akun Twitter pribadinya, Anis membagikan detik-detik pesawat yang membawanya secara mendadak gagal mendarat.

"Saat pesawat naik lagi, saya merapal berbagai sholawat, mulai asghil, nariyah, dll. Baca fatihah dan doa-doa lainnya," cuit Anis.

Anis menyebut pesawat terbang kembali sekitar 20 menit untuk berputar hingga kemudian bisa mendarat. Saat hendak turun, Anis sempat bertanya kepada pramugari tentang risiko jika tetap mendarat.

"Katanya bisa bablas, tergelincir atau kemungkinan lain. Alhamdulillah bisa mendarat dengan selamat. Terima kasih Kapten Nikson Aris, kapten di penerbangan JT 0992 Makasar-Kendari. Ketika pesawat sudah mau mendarat, nyaris sampe landasan, tiba-tiba naik lagi," tutupnya.

Sumber foto: Istimewa

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore