Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 04.32 WIB

200 Ribu Orang Jadi Korban Kecelakaan Motor, Kemenhub Tekankan Keselamatan Jalan

Ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (Shutterstock/Antara) - Image

Ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (Shutterstock/Antara)

JawaPos.com - Jumlah korban kecelakaan di jalan raya masih mengkhawatirkan. Data Korlantas Polri mencatat, lebih dari 200 ribu orang menjadi korban akibat kecelakaan sepeda motor sepanjang 2024.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menegaskan pentingnya perhatian terhadap keselamatan jalan sebagai salah satu isu utama di sektor perhubungan darat.

"Isu keselamatan jalan sangatlah penting. Menurut data Korlantas Polri tahun 2024, pada posisi pertama penyebab kecelakaan terbanyak ialah sepeda motor yang memakan korban lebih dari 200 ribu orang," ujarnya saat Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perhubungan Darat 2025, di Kantor Kemenhub, Selasa (30/9).

Posisi kedua, sambung Aan, ialah kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan barang dengan korban mencapai sekitar 27 ribu orang.

Aan menegaskan, untuk menekan angka kecelakaan, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini sejalan dengan pilar ketiga Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ).

"Untuk mewujudkan keselamatan jalan khususnya pada angkutan barang, pemerintah pusat menyusun regulasi hingga infrastruktur. Peran pemerintah daerah salah satunya melalui pelaksanaan uji berkala kendaraan yang wajib dilakukan. Setiap kendaraan harus diuji sampai lulus baru bisa beroperasi di jalan," jelasnya.

Menurutnya, tahun 2025 akan menjadi momen penting dalam penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan (ODOL). Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan memimpin langkah sinergi lintas kementerian dan lembaga.

"Yang utama kita lakukan saat ini ialah integrasi data bersama dengan Korlantas Polri, Jasa Marga, Ditjen Bina Marga, serta operator-operator pelabuhan. Karena data menjadi sangat penting untuk memulai pengawasan dan penegakan hukum," tegasnya.

Aan menargetkan, pada tahun 2027 Indonesia bisa bebas kendaraan ODOL, sesuai dengan Rencana Aksi Nasional (RAN).

Dorong Transportasi Publik dan Kurangi Pengguna Motor

Selain soal keselamatan, Aan juga mengingatkan pentingnya peran transportasi perkotaan. Ia menyebut, sejak 2020 hingga 2025, program Buy The Service (Teman Bus) telah melayani 92 juta penumpang.

"Sebesar 72 persen pengguna Teman Bus adalah masyarakat yang beralih dari sepeda motor dan 23% merupakan masyarakat yang beralih dari mobil pribadi. Saya berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan program stimulus ini sehingga dapat membantu masyarakat dalam bermobilisasi," imbuhnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore