Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 18.13 WIB

Dinilai Tumbuhkan Karakter, Program MBG Bikin Siswa-Siswi di SMPN 1 Depok Belajar Lebih Disiplin

Suasana jam istirahat di SMPN 1 Kota Depok, Senin (29/9)/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Suasana jam istirahat di SMPN 1 Kota Depok, Senin (29/9)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Suasana pagi di SMP Negeri 1 Kota Depok tampak berbeda sejak dua minggu terakhir. Begitu bel berbunyi tanda istirahat pertama pukul 09.00, ribuan siswa bergegas menuju kelas masing-masing. Bukan sekadar untuk melepas penat setelah belajar, tapi juga menantikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah siap dibagikan.

Di ruang-ruang kelas, aroma masakan dari menu hari itu menyebar. Ada yang duduk berhadapan di bangku, ada pula yang memilih menikmati makanannya berkelompok di teras kelas. Sebelum menyentuh sendok, mereka serempak berdoa bersama dipimpin wali kelas. Momen sederhana itu menghadirkan suasana kekeluargaan sekaligus pembelajaran karakter.

“Alhamdulillah, anak-anak terlihat senang dengan adanya MBG ini. Sebagian besar mereka menantikannya setiap hari,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Depok, Cecep Saepul Alam, kepada Jawapos.com, Senin (29/9).

Sebanyak 1.381 siswa terdaftar sebagai penerima manfaat MBG. Cecep menambahkan, selain memberikan asupan gizi seimbang dari karbohidrat, protein, hingga sayuran, program ini juga membawa dampak positif bagi pembentukan karakter siswa. “Kita bisa lihat ada disiplin, tanggung jawab, sampai budaya antre yang terbentuk. Itu nilai tambah bagi sekolah,” katanya.

Namun, selera anak-anak yang beragam menjadi tantangan tersendiri. Ada yang lebih suka ayam, ada pula yang kurang menyukainya. Untuk itu, sekolah berharap menu MBG bisa lebih variatif. “Kalau ayam dibuat teriyaki atau dimodifikasi, anak-anak tentu lebih semangat,” ucap Cecep.

Di balik lancarnya distribusi makanan di sekolah, ada dapur besar di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran Mas yang setiap hari memasak ribuan porsi. Kepala SPPG Pancoran Mas, Kevin Ferdian, menyebut dapur yang berdiri sejak 10 September itu melayani 2.601 penerima manfaat dari lima sekolah, termasuk SMPN 1 Depok.

“Alhamdulillah, responnya positif dari sekolah, murid, sampai wali murid,” kata Kevin.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Kota Depok, Cecep Saepul Alam/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

Ia mengakui, di awal sempat ada kendala teknis soal takaran bahan baku, tapi kini semua sudah berjalan lancar. Dengan 47 relawan yang sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah di sekitar lokasi, dapur ini menjadi denyut nadi program MBG di Depok.

Kevin menegaskan pihaknya semakin berhati-hati menyusul isu keracunan makanan yang belakangan sempat mencuat di daerah lain. “Pelajaran buat kami adalah lebih teliti sejak dari pembelian bahan baku sampai penyajian. Semua harus sesuai SOP agar anak-anak tetap aman,” ujarnya.

Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore