Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 19.33 WIB

Komdigi Ungkap Wacana Satu Orang Satu Akun Medsos, Begini Alasannya

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com-Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengaku masih membahas mengenai wacana batasan satu orang hanya menggunakan satu akun media sosial (medsos). Usulan ini pun sempat dilontarkan oleh sekretaris fraksi Partai Gerindra di DPR RI yakni Bambang Haryadi.

Mengenai hal ini, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail mengungkapkan, filosofi di balik wacana itu. Adapun tujuannya untuk mengurangi peluang terjadinya penyalahgunaan identitas ataupun tindak penipuan di ruang digital.

Menurutnya, ruang virtual sejatinya memberi kesempatan bagi seseorang untuk mengandalkan anonimitas untuk bersembunyi. Hal ini tentu bisa memicu potensi merugikan orang lain. Oleh karenanya, dengan kebijakan ini diharapkan semua orang bisa bertanggung jawab dengan segala tindakan yang dilakukan di media sosial.

“Ikhtiar ini ingin dilakukan supaya ketika orang masuk di ruang digital dia tetap menjadi dirinya, tetap bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan di ruang digital. Jadi di ruang konvensional, ruang biasa, maupun di ruang digital, itu sama saja,” kata Ismail di kantor Komdigi, Jumat (19/9).

Meski begitu, dia menegaskan pembahasan mengenai hal ini hingga kini masih berlangsung. Beberapa opsi pun muncul yang antara lain pemanfaatan digital ID dengan verifikasi wajah ataupun sidik jari untuk memastikan keaslian pengguna. “Ini kan tools-tools yang bisa digunakan untuk membuat ketika orang masuk di ruang digital itu bertanggung jawab,” tuturnya.

Di sisi lain, dia juga menegaskan bahwa langkah ini ingin diterapkan bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam pengekspresian diri, melainkan untuk menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan sehat.

“Saya mohon teman-teman wartawan juga membantu untuk tidak melihat ruang ini sebagai untuk membatasi kebebasan masyarakat untuk berekspresi. Bukan itu, tapi bagaimana membuat ruang ini menjadi sehat, produktif, dan aman yang kita dambakan bersama,” tukas Ismail. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore