Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 02.25 WIB

MBG di SDIT Al-Fath Parung Panjang Bogor: Siswa Lebih Bersemangat, Orang Tua Terbantu

SDIT Al-Fath Parungpanjang, Kabupaten Bogor/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

SDIT Al-Fath Parungpanjang, Kabupaten Bogor/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Suasana pagi di SDIT Al-Fath Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat begitu hangat. Tepat jam istirahat tiba, deretan murid berseragam biru biru tampak berbaris rapi di depan kelas, sebagian berceloteh sambil menunggu giliran menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sudut sekolah, guru-guru dengan teliti mengecek kebersihan makanan sebelum dibagikan. Kepala Sekolah SDIT Al-Fath, Palahudin Tasdik, tersenyum ketika melihat para siswanya begitu antusias.

“Alhamdulillah pelaksanaan MBG di sekolah kami berjalan dengan lancar," ujarnya kepada Jawapos.com, Selasa (16/9).

Program MBG di sekolah ini dimulai sejak tanggal 22 Agustus 2025. Setiap harinya, ada 198 siswa yang menerima manfaat dari program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menu makanan yang disajikan juga bervariasi.

“Iya, menu berbeda setiap harinya. Alhamdulillah respon siswa dan orang tua positif atas adanya kegiatan MBG, siswa bisa makan dengan menu sehat dan bergizi setiap hari,” katanya.

Tidak hanya sekadar makan bersama, program ini membawa perubahan nyata pada semangat belajar siswa. “Alhamdulillah bersemangat,” tambahnya.

Menurut Palahudin, sejauh ini pelaksanaan MBG tidak ada kendala berarti. Semua berjalan lancar, dengan masukan positif dari siswa maupun orang tua.

SDIT Al-Fath Parungpanjang, Kabupaten Bogor/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

"Semoga program ini bisa terus berjalan setiap hari karena siswa sangat terbantu dengan adanya MBG ini. Untuk menu, pendanaan, dan distribusi kami rasa cukup baik, tidak pernah telat,” tambahnya.

Bagi orang tua, MBG pun memberi dampak langsung. Nufi Wiyarni, wali murid dari Arsakha Virendra Safutra, siswa kelas 3, merasakan manfaat nyata bagi anaknya. “Menurut saya bagus. Banyak dampak positifnya. Anak saya jadi lebih hemat uang jajan, bisa disisihkan untuk menabung. Yang kedua membantu tumbuh kembang ya karena komposisi menunya memenuhi gizi seimbang, anak saya jadi semangat belajarnya,” ungkapnya.

Ia berharap program ini bisa berlanjut dan menjangkau sekolah lain. “Sejauh ini karena laporan dari anak saya positif terus, tidak ada (kendala). Mungkin ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi untuk ke sekolah-sekolah lain,” tambah Nufi.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menargetkan sebanyak 500 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 2025 di wilayahnya. Hal itu dilakukan agar dapat memperluas jangkauan penerima manfaat dan membuka lapangan pekerjaan.

"Target kita, mudah-mudahan hingga tahun 2026 bisa dituntaskan sebanyak 500 dapur makan bergizi,” ujar Rudy dikutip dari keterangan resmi Pemkab Bogor.

Terpisah, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen membantu memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore