Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 01.48 WIB

Cerita Marbawi Sopir Pengantar Logistik MBG: Pacu Kemacetan Jakarta Demi Antar Gizi untuk Anak Sekolah

Marbawi (40), sopir pengantar logistik Makan Bergizi Gratis/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Marbawi (40), sopir pengantar logistik Makan Bergizi Gratis/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Pagi baru saja merekah di Jakarta Barat. Jalan Panjang, Kebon Jeruk berdenyut padat. Klakson bersahut-sahutan, motor berkelit di antara celah sempit, dan mobil-mobil terjebak dalam antrean panjang.

Di balik kemudi sebuah truk logistik sederhana, Marbawi (40) menatap jalan dengan penuh kesabaran. Tangannya mantap menggenggam setir, matanya jeli mencari jalur alternatif agar logistik Makan Bergizi Gratis (MBG) segera sampai ke sekolah-sekolah tujuan.

"Sehari kita antar ke tiga sekolahan (SMPN 75, SMAN 65, sama SMPN 127) di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat," kata Marbawi usai mengantar logistik MBG terakhir di SMPN 127 kepada JawaPos.com, Senin (15/9).

Bapak dari tiga anak tersebut sebelumnya bekerja sebagai sekuriti selama 12 tahun. Namun, waktu memutar nasib. PHK membuatnya kehilangan pekerjaan. “Kena PHK, pengurangan pegawai,” katanya lirih.

PHK yang sempat membuatnya gamang akhirnya berbalik arah menjadi peluang baru. Lewat referensi seorang teman, ia mencoba peruntungan menjadi sopir logistik MBG. “Dapat referensi dari teman. Terus daftar,” ujarnya. Kini sudah sekitar satu bulanan Marbawi menjadi sopir logistik di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk.

Dari dapur penyedia gizi hingga halaman sekolah, ia memastikan setiap kotak makanan sampai tepat waktu. Namun, perjalanan itu tak selalu mulus.

Marbawi (40) (kanan) , sopir pengantar logistik Makan Bergizi Gratis/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).

“Ya suka dukanya gini aja sih bang, paling ketika bagian pemorsian telat sedangkan pihak sekolahan nunggu nih, anak-anak mau makan, kadang-kadang kita di situ dukanya kan. Jadi dikejar-kejar kerjaan gitu, kasihan juga ya kan. Ya sukanya seneng aja ada kerjaan,” tuturnya.

Tak hanya waktu, kendala teknis pun kadang datang tiba-tiba. Marbawi mengaku mobil angkutannya pernah mengalami ban bocor. Namun, karena jarak antara dapur dan sekolah dekat membuatnya bisa segera menghubungi tim dapur untuk membawa ban serep.

"Nah, paling kita kalau memang nggak ada ban serep, kita konfirmasi ke yang di dapur aja biar mereka bawain ban serep ke kita gitu aja,” jelasnya.

Untungnya, pihak sekolah kerap memahami situasi. “Ya, karena kita kan konfirmasi dulu sebelumnya, oh kita kendala di sini pak, di sini, masih di sini gitu. Jadi mereka juga monitoring gitu aja sih,” tambahnya.

Di akhir perbincangan dengan Jawapos.com, Marbawi berharap program MBG bisa menjangkau lebih banyak sekolah dan anak-anak di Jakarta. “Ya, harapan ke depannya ya kalau bisa lebih merata lagi lah. Karena memang sementara ini kan program MBG ini kan baru sebagian aja gitu, belum merata semuanya gitu aja,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat saat ini masih terus berkomitmen mengawal program besar Presiden Prabowo Subianto tersebut. Berdasarkan data yang diterima redaksi jawapos.com, total penerima manfaat program MBG saat ini berjumlah 17.349 siswa yang terdiri dari 47 Sekolah.

"Sementara di Jakarta Barat segitu, kan bertahap (seiring berjalannya program MBG)," kata Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto saat dihubungi, Rabu (3/9).

Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore