
Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan. (dok. Fraksi PKB)
JawaPos.com - Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya aktivis muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Vian Ruma, 30, yang dikenal aktif menolak proyek Geotermal di daerahnya.
Daniel menegaskan, tragedi ini harus menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi para aktivis lingkungan yang memperjuangkan hak masyarakat dan kelestarian alam.
“Kasus ini tidak hanya menyangkut hilangnya nyawa seorang anak bangsa. Tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar terkait perlindungan terhadap masyarakat lokal dan aktivis lingkungan yang memperjuangkan kelestarian tanah dan sumber daya alam di wilayahnya,” kata Daniel kepada wartawan, Selasa (9/9).
Geotermal atau panas bumi selama ini dipromosikan sebagai salah satu energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.
Proyek Pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) pun terus diperluas untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan batu bara.
Namun, pembangunan tersebut kerap menimbulkan konflik agraria, terutama menyangkut klaim tanah ulayat masyarakat hukum adat.
Daniel menegaskan, setiap pembangunan, termasuk pengembangan energi terbarukan, harus ditempatkan dalam kerangka keberlanjutan yang menghormati kearifan lokal, keselamatan warga, dan kelestarian ekosistem.
“Tidak boleh ada praktik intimidasi, kekerasan, atau kriminalisasi terhadap suara masyarakat yang kritis terhadap proyek-proyek strategis,” tegasnya.
Vian Ruma ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah pondok kebun di Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, pada Jumat (5/9).
Di lokasi juga ditemukan bercak darah korban, yang memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan.
Daniel pun mendesak aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengusut tuntas kasus kematian Vian secara transparan.
“Kami mendesak pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk segera mengungkap kasus ini agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat memperlebar jarak antara negara dan rakyat,” ujarnya.
Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I itu juga menekankan pentingnya dialog terbuka dalam perencanaan pembangunan energi agar masyarakat tidak merasa dimarjinalkan.
“Tragedi ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan aktivis lingkungan, memastikan partisipasi publik yang bermakna, serta membangun pembangunan hijau yang benar-benar berpihak pada rakyat dan kelestarian alam Indonesia,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022