
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono/(Dok. Jawapos).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto resmi meresuffhle sejumlah menterinya pada Senin (8/9). Salah satunya Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi yang digantikan oleh Ferry Juliantono.
Diketahui, Ferry bukanlah nama baru dalam dunia politik Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 27 Juli 1967 ini memiliki kiprah sebagai profesional dan aktivis lintas golongan.
Ferry mengawali perjalanan kariernya sebagai Auditor Keuangan di Yayasan Mandiri pada 1991 melalui proyek kerja sama dengan USAID. Dua tahun berselang, ia kembali berkiprah di yayasan yang sama sebagai Konsultan Pengembangan Industri Kecil.
Pada 1994 hingga 1995, Ferry dipercaya menjadi Konsultan Prudential Banking System di Bank BNI. Kariernya berlanjut dengan menjabat Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat di Center for Information and Development Studies (CIDES), lembaga think tank milik ICMI, pada periode 1997–1999.
Memasuki era 2000-an, Ferry menduduki posisi Komisaris Utama PT Wana Artha Citra Industri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Hak Pengusahaan Hutan dan perdagangan hasil hutan (2000–2002). Pada 2004, ia berkiprah sebagai Auditor Internasional di PT Multi Kontrindo serta PT Globindo Nusa Sarana, sekaligus mulai menjabat Komisaris PT Wayata Kencana Dockyard Ltd/PT Dok Dua Satu Nusantara, posisi yang ia emban sejak saat itu.
Ferry juga dikenal sebagai aktivis yang lantang memperjuangkan kepentingan rakyat melalui aksi-aksi demonstrasi. Pada 2008, ia bahkan sempat mendekam di penjara dan berstatus sebagai tahanan politik (Tapol) setelah memimpin aksi besar menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Perjalanan politiknya dimulai pada 2010 saat bergabung dengan Partai Demokrat. Namun, kemudian ia memilih berkiprah di Partai Gerindra. Di partai besutan Prabowo Subianto itu, Ferry dipercaya menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra untuk periode 2020–2025.
Perjalanan Ferry di pemerintahan dimulai ketika pada 21 Oktober 2024 ia dilantik menjadi Wakil Menteri Koperasi mendampingi Menteri Budi Arie Setiadi dalam Kabinet Merah Putih. Dalam perannya, ia mendorong sejumlah program prioritas, antara lain rebranding koperasi, penguatan teknokratik, serta digitalisasi koperasi.
Fokusnya pada digitalisasi bukan hal baru. Saat menjabat Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada 2020, Ferry menggagas aplikasi diPasar. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat berbelanja kebutuhan pokok dari rumah dengan layanan antar langsung ke alamat pembeli.
Pada 2024, Ferry dipercaya memimpin Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) untuk periode 2024–2028. Ia terpilih secara aklamasi melalui musyawarah mufakat, setelah calon ketua umum lainnya, Saddam Al Jihad, menyatakan mundur dari pencalonan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
