
Yura Yunita, salah satu artis ternama, turut mengganti foto profil Instagramnya dengan simbol Brave Pink Hero Green. (Instagram @yurayunita)
JawaPos.com - Fenomena perubahan foto profil pada platform media sosial Instagram menjadi warna pink dan hijau belakangan menarik perhatian publik. Tindakan ini bukan sekadar tren, melainkan wujud solidaritas dalam menyuarakan 17+8 Tuntutan Rakyat yang disuarakan setelah demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025.
Dilansir dari Instagram @bijakmemantau.id, warna hijau tua atau yang disebut Hero Green merujuk pada atribut ojek daring yang dikenakan Affan Kurniawan, salah seorang korban yang gugur dalam aksi demonstrasi. Warna ini dipahami sebagai simbol kekuatan sekaligus harapan baru untuk terus berjuang di tengah berbagai tantangan.
Sementara itu, warna pink atau Brave Pink terinspirasi dari hijab yang dikenakan Ibu Ana, seorang perempuan yang berani tampil di garis depan aksi domontrasi. Pink dimaknai sebagai representasi cinta, keberanian, dan kekuatan, khususnya dari sosok seorang ibu yang ikut serta dalam perjuangan rakyat.
Pemilihan kedua warna ini menegaskan pesan solidaritas dan pengorbanan dalam gerakan sosial yang sedang berlangsung.
Berikut deretan publik figur yang turut serta dalam gerakan Brave Pink Hero Green:
Partisipasi mereka menjadi signifikan karena memperkuat gaung pesan yang disampaikan, serta menjembatani aspirasi masyarakat agar lebih terdengar di ruang publik yang luas.
Berdasarkan unggahan pada akun Instagram @bijakmemantau.id, Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat dipahami sebagai bentuk rangkuman dari beragam aspirasi dan desakan publik yang beredar pesat di ruang media sosial.
Tuntutan tersebut merupakan akumulasi aspirasi masyarakat yang berasal dari beragam sumber. Salah satunya adalah gagasan “Tuntutan 7 Hari” yang dipopulerkan oleh sejumlah figur publik seperti @salsaer, @jeromepolin, dan @cherylmarella. Inisiatif ini lahir dari rembukan jutaan suara rakyat yang disampaikan melalui kolom komentar maupun fitur Instagram Story.
Selain itu, dukungan juga datang dari 211 organisasi masyarakat sipil yang menyampaikan desakan secara resmi melalui laman YLBHI. Legitimasi akademis terhadap tuntutan ini semakin kuat melalui siaran pers yang dikeluarkan oleh Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), serta pernyataan sikap yang disampaikan oleh Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan Universitas Indonesia dan Center for Environmental Law & Climate Justice Universitas Indonesia. Lembaga-lembaga ini menyoroti aspek hukum, kebijakan, dan isu lingkungan hidup yang relevan dengan situasi krisis demokrasi.
Gerakan ini juga diperkuat dengan adanya aksi demo buruh pada 28 Agustus 2025, yang menambah bobot nyata terhadap desakan masyarakat. Lebih jauh, tuntutan perubahan juga beredar melalui kanal digital, salah satunya petisi daring Reformasi Indonesia di Change.org yang berisi 12 tuntutan menuju transparansi dan keadilan. Petisi tersebut telah memperoleh dukungan lebih dari 40.000 tanda tangan, yang menunjukkan adanya konsolidasi dukungan publik secara luas.
Dengan demikian, 17+8 Tuntutan Rakyat dapat dipahami sebagai simpul dari beragam bentuk perlawanan mulai dari media sosial, pernyataan akademis, aksi massa, hingga partisipasi digital. Rangkuman ini berupaya menangkap esensi utama dari tuntutan-tuntutan yang ada, meskipun tidak dimaksudkan untuk menggantikan detail dari masing-masing sumber. Kehadirannya justru mencerminkan upaya kolektif masyarakat dalam menyuarakan aspirasi, sekaligus menjadi gambaran dinamika demokrasi yang berkembang di tengah krisis kepercayaan terhadap institusi negara.
Keterlibatan publik figur dalam gerakan ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi arena solidaritas politik. Dengan basis pengikut yang besar, para artis berperan sebagai penghubung antara suara rakyat dan audiens digital yang lebih luas, sehingga mempercepat penyebaran simbol dan tuntutan.
Gerakan perubahan foto profil menjadi warna pink dan hijau di Instagram memperlihatkan kekuatan simbolik dalam perjuangan demokrasi. Kedua warna tersebut bukan sekadar representasi visual, melainkan juga mengandung makna historis, emosional, dan politis.
Keikutsertaan artis memperluas jangkauan gaung tuntutan masyarakat, serta menegaskan bahwa 17+8 Tuntutan Rakyat merupakan agenda bersama untuk membangun demokrasi yang lebih adil. Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang digital memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan kolektif di era kontemporer. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
