Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 14.25 WIB

Pasangan yang Terus-Menerus Mengunggah Foto Satu Sama Lain di Media Sosial Sering Kali Menghadapi 8 Masalah Tersembunyi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengunggah foto pasangan di media sosial / freepik - Image

seseorang yang mengunggah foto pasangan di media sosial / freepik

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan romantis. Banyak pasangan yang rutin mengunggah foto kebersamaan mereka—mulai dari momen sederhana hingga perayaan besar—seolah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa hubungan mereka bahagia dan harmonis.

Namun, di balik unggahan yang tampak manis dan sempurna, psikologi mengungkap bahwa kebiasaan ini tidak selalu mencerminkan hubungan yang sehat. Bahkan, dalam beberapa kasus, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah tersembunyi.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (20/3), terdapat delapan masalah yang sering muncul pada pasangan yang terlalu sering memamerkan hubungan mereka di media sosial:

1. Kebutuhan Validasi Eksternal yang Tinggi

Pasangan yang terus-menerus memposting foto bersama sering kali mencari pengakuan dari orang lain. Like, komentar, dan pujian menjadi sumber kepuasan emosional.

Menurut psikologi, hubungan yang sehat seharusnya tidak bergantung pada validasi eksternal. Ketika kebahagiaan hubungan ditentukan oleh reaksi orang lain, itu bisa menjadi tanda ketidakamanan dalam hubungan tersebut.

2. Menutupi Masalah dalam Hubungan

Ironisnya, semakin sering pasangan memamerkan kebahagiaan mereka, semakin besar kemungkinan mereka sedang menyembunyikan konflik.

Media sosial bisa menjadi “topeng” untuk menutupi masalah nyata. Alih-alih menyelesaikan konflik, mereka memilih menampilkan citra ideal demi menjaga persepsi publik.

3. Ketergantungan Emosional Berlebihan

Pasangan yang terlalu sering mengunggah kebersamaan bisa menunjukkan adanya ketergantungan emosional yang tidak sehat.

Dalam psikologi, hubungan yang sehat tetap memberi ruang bagi individu untuk berkembang secara mandiri. Jika semua hal harus dilakukan bersama dan ditampilkan ke publik, itu bisa menjadi tanda kehilangan identitas pribadi.

4. Kurangnya Privasi dalam Hubungan

Tidak semua hal dalam hubungan perlu dibagikan. Ketika setiap momen dipublikasikan, batas privasi menjadi kabur.

Hal ini dapat menyebabkan tekanan tambahan dalam hubungan, karena pasangan merasa harus selalu “terlihat bahagia” di depan publik, bahkan saat mereka tidak benar-benar merasa demikian.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore