Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 20.33 WIB

Yuk Kenali Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Daerah Indonesia

Ilustrasi Salah Satu Tradisi Maulid Nabi. (Dok.Taman Budaya DIY) - Image

Ilustrasi Salah Satu Tradisi Maulid Nabi. (Dok.Taman Budaya DIY)

JawaPos.com – Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Islam. Momen ini, biasa dikenal dengan sebutan Maulid Nabi yang diperingati setiap bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijiriah.

Berbagai adat dan budaya di Indonesia memiliki cara tersendiri untuk merayakan Maulid Nabi. Dilansir dari NU Online, perayaan tradisi Maulid Nabi menggabungkan nilai-nilai agama Islam dengan adat istiadat setiap daerah.

Sementara dirangkum dari uici.ac.id dan tby.jogjaprov.go.id, berikut 7 tradisi Maulid Nabi di beberapa daerah yang perlu kamu ketahui:

  1. Grebeg Maulud

Tradisi Grebeg Maulud menggabungkan berbagai simbolisme dalam tradisi Jawa dengan nilai-nilai Islam. Rangkaian ritual yang dilakukan menjadi cerminan masyarakat Yogyakarta yang plural dan toleran.

Dalam pelaksanaanya, Grebeg Maulud melewati beberapa prosesi sebelum sampai ke puncak acara. Diantaranya sebagai berikut:

-         Miyos Gangsa, merupakan proses mengeluarkan gamelan keramat dari dalam keraton menuju ke Masjid Gedhe Yogyakarta. Bunyi gamelan tersebut dianggap sebagai pembawa kedamaian dan keberkahan.

-         Numplak Wajik, merupakan proses pembuatan wajik yang digunakan sebagai isi gunungan. Wajik sendiri dianggap sebagai lambang kehidupan yang berawal dari rahim seorang ibu.

-         Kondur Gangsa, merupakan proses membawa gamelan yang telah digunakan kembali ke Keraton Yogyakarta.

-         Bethak, merupakan proses memasak nasi yang digunakan sebagai isi gunungan. Nasi tersebut dianggap menjadi lambang keberkahan dan rezeki.

-         Pesowanan Garebeg, merupakan sesi penyusunan nasi dalam gunungan sebagai persiapan sebelum melakukan arak-arakan. Proses ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.

-         Arak-Arakan, merupakan proses mengarak enam gunungan yang akan dibagikan kepada masyarakat. Setiap gunungan diisi dengan berbagai hasil bumi seperti beras, sayur, dan buah.

-         Pembagian Gunungan, di mana masyarakat rela berdesak-desakan untuk mendapatkan bagian dari gunungan yang dianggap sebagai berkah dalam memperlancar rezeki.

  1. Walima

Walima dilaksanakan secara turun temurun semenjak berdirinya kerjaaan Islam di Gorontalo. Tradisi ini diawali dengan lantunan dzikir dari seluruh warga di masjid plosok Gorontalo.

Setiap rumah akan membuat berbagai makanan tradisional Gorontalo seperti kolombengi, curuti, wapili, atau pisangi. Setelah itu, makanan disusun pada sebuah kayu berbentuk perahu atau menara dan dibawa menuju masjid.

  1. Nyiram Gong

Nyiram Gong merupakan tradisi yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Tradisi ini berupa proses pembersihan gamelan sekaten di wilayah Keraton Kanoman.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore