Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 14.28 WIB

Masjid Agung Demak: Saksi Bisu Perkembangan Agama Islam di Pulau Jawa yang Megah dan Penuh Sejarah

 

Bagian Masjid Agung Demak (Dok. Website Masjid Agung Demak)

JawaPos.com - Demak merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Grobogan. 
 
Kabupaten Demak menjadi daerah yang menyimpan banyak cerita sejarah, salah satunya adalah tentang sejarah Kerajaan Mataram Islam.
 
Masyarakat dapat melihat sejarah Kerajaan Mataram Islam sebagai saksi bisu ajaran Islam di Pulau Jawa di salah satu bangunan peninggalannya. 
 
 
Peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang paling terkenal dan menjadi ikon kabupaten ini adalah Masjid Agung Demak.
 
Masjid ini terletak di Pusat Kota Demak, tepatnya di Jalan Sultan Fatah No. 57, Kauman, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak. 
 
Dilansir dari kanal YouTube Herikiri, Masjid Agung Demak merupakan salah satu monumen sejarah tertua di Indonesia. Masjid ini mempresentasikan keindahan arsitektur Jawa klasik yang begitu megah. 
 
 
Masjid Agung Demak tidak hanya tempat ibadah yang suci bagi umat Islam, melainkan juga sebuah simbol sejarah yang merupakan warisan Kerajaan Mataram Islam di tanah Jawa. 
 
Masjid ini memiliki simbol gambar bulus yang mengandung candra sengkala memet dan memiliki arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti dalam bahasa Jawa. Makna tersebut mengacu pada tahun 1401 saka. 
 
Gambar bulus atau kura-kura melambangkan satu per satu angka 1401, seperti kepala yang melambangkan angka 1, empat kaki bulus yang melambangkan angka 4, badan bulus yang melambangkan angka 0, dan ekor bulus yang melambangkan angka 1.
 
Dengan demikian, simbol ini menandakan bahwa Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 saka. 
 
Masjid ini dibangun oleh Raden Fattah yang mengusung arsitektur Jawa klasik yang indah nan megah.
 
Dilansir dari akun tiktok @suciambarwati21, masjid ini sudah beberapa kali direnovasi untuk mengganti beberapa bagian yang telah usang dan lapuk. 
 
Beberapa bagian masjid yang masih terjaga keasliannya adalah bagian bangunan yang berada di ketinggian 10 meter ke atas atau bagian atap masjid yang masih digunakan hingga saat ini.
 
Sementara itu, 7 meter ke bawah bangunan masjid telah mengalami renovasi pada tahun 1982. 
 
Selain terdapat tempat untuk ibadah, masjid ini juga memiliki area museum yang dapat menambah wawasan pengunjung. Museum ini menyuguhkan beberapa koleksi yang menjadi saksi perkembangan agama Islam di Pulau Jawa. 
 
Museum Masjid Agung Demak yang menyimpan beberapa koleksi tersebut terletak di sebelah utara masjid.
 
Museum tersebut tidak begitu besar, namun memiliki ragam benda-benda sejarah yang tak ternilai harganya, mulai dari Al-Qur'an yang ditulis Sunan Bonang, pintu bledek, hingga soko guru. 
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore