Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2024 | 23.41 WIB

Masjid Taqwa Sekayu Semarang, Lebih Tua Dibanding Masjid Agung Demak, Keduanya Punya Keterikatan

Ruang sholat Masjid Taqwa Sekayu Semarang yang masih memiliki empat tiang asli. - Image

Ruang sholat Masjid Taqwa Sekayu Semarang yang masih memiliki empat tiang asli.

JawaPos.com–Masjid tua di Pulau Jawa banyak dibangun Walisongo, seperti Masjid Agung Demak pada 1420. Namun, secara usia terdapat masjid yang lebih tua, yaitu Masjid Taqwa Sekayu.

Masjid Taqwa Sekayu di antara kepadatan rumah dan bangunan-bangunan di perkampungan wilayah Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang. Dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), masjid itu berdiri pada 1413, tujuh tahun sebelum Masjid Agung Demak berdiri.

”Informasinya memang seperti itu. Masjid ini (Masjid Taqwa Sekayu) lebih tua dari Masjid Agung Demak,” tutur Ketua Takmir Masjid Taqwa Sekayu Kurnia Fachrurrozy.

Dia menjelaskan, awalnya masjid itu bernama Masjid Pekayuan. Mulanya masjid berdiri dengan rupa yang sederhana dibangun dari kayu, beratap rumbia, bertiang bambu, dan berlantai tanah.

Peran Kiai Kamal, seorang murid Sunan Gunung Jati, menjadi awal mula pendirian masjid itu. Berdasar informasi di laman jatengprov.go.id, Kiai Kamal atas perintah Sunan Gunung Jati mengumpulkan kayu yang akan digunakan mendirikan Masjid Agung Demak.

Kayu-kayu tersebut didatangkan dari berbagai daerah. Seperti Kedungjati, Ungaran, Ambarawa, Purwodadi, dan Kendal. Usai dikumpulkan, barulah kayu-kayu itu dibawa menuju Morodemak, Demak oleh para santri melalui laut menggunakan getek atau perahu sederhana. Berdasar kisah itu, nama asli masjid dikenal dengan Masjid Sekayu.

”Secara sejarahnya berawal dari Mbah Kiai Kamal yang saat itu diberikan perintah sama gurunya untuk masuk ke Sekayu mengembangkan agama Islam,” ucap Fachrurrozy.

Meski telah mengalami pemugaran, Masjid Taqwa Sekayu masih mempertahankan beberapa bagian yang menjadi bukti peradaban Islam di Jawa Tengah terutama di Kota Semarang. Bagian tersebut seperti kubah, tiang besar di dalam masjid, pintu, dan sumur.

Di Kampung Sekayu itu pula makam sang pendiri, Kiai Kamal dimakamkan. Berdampingan dengan pendiri masjid lain, yaitu Mbah Salim dan Mbah Mergo.

Fachrurrozy menuturkan, pihaknya masih mencari peninggalan masjid tertua itu berupa bedug yang sempat dihibahkan kepada masjid lain. Dia berharap bedug tersebut ditemukan dalam kondisi yang terjaga keasliannya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore