Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 15.09 WIB

Usai Viral Dituding Bertemu Ojol Gadungan, Wapres Gibran Langsung Turun Temui Pengemudi Ojol di Gondangdia

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyapa warga dan pengemudi ojek online di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (2/9). (Istimewa) - Image

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyapa warga dan pengemudi ojek online di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (2/9). (Istimewa)

JawaPos.com-Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyapa langsung warga dan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (2/9). Aktivitas itu sebagaimana terlihat dalam sebuah video pendek yang diunggah ke media sosial Instagram @setwapres.ri.

Dalam caption unggahan tersebut, kehadiran Gibran ke kawasan Stasiun Gondangdia disambut hangat masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar stasiun. Wapres Gibran terlihat berbincang akrab dengan sejumlah pengemudi ojol.

Dia menanyakan kabar mereka serta memberikan semangat agar tetap tegar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tak hanya itu, Wapres juga menyapa warga sekitar, termasuk para pedagang kecil yang menggantungkan nafkah di kawasan tersebut.

Gibran turut membagi-bagikan sembako kepada warga yang berada di sekitar Stasiun Gondangdia.

"Salah satu warga yang berprofesi sebagai penjual kopi keliling mengaku senang mendapat kejutan dikunjungi Wapres. Dia pun merasa sangat terbantu setelah menerima bantuan paket sembako di momen tersebut," tulis akun @setwapres.ri.

Langkah Gibran turun langsung ke lapangan ini dilakukan setelah sebelumnya sempat viral di media sosial yang menuding dirinya bertemu dengan pengemudi ojol gadungan.

Kehadiran Wapres di Gondangdia sekaligus menjadi klarifikasi bahwa dirinya ingin memastikan kondisi para pengemudi ojol dan warga benar-benar didengar serta diperhatikan pemerintah.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia Raden Igun Wicaksana menilai pertemuan para pengemudi beratribut ojol, bukan bagian dari asosiasinya. Dia menyebut, ada rekayasa di balik pertemuan tersebut.

"Kalau dari kami, itu kami menilai bahwa yang datang menghadiri undangan dari Wapres atau RI 2, menemui RI 2 itu bukan dari kami asosiasi, dan juga kami menilai ini ada rekayasa dari pihak-pihak seperti perusahaan aplikasi maupun pihak lainnya, yang ingin membelokan aspirasi dan tuntutan dari para pengemudi ojek online," kata Igun dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/9).

Igun menegaskan, asosiasi ojol di seluruh Indonesia tidak mengakui adanya pertemuan mitra ojol dengan Gibran di Istana Wapres, Minggu kemarin. Menurutnya, jumlah mitra ojol di seluruh Indonesia seluruhnya mencapai 7 juta orang.

"Apakah 7 juta ini cuma diwakili oleh perorangan? Kan tidak," tegas Raden Igun Wicaksana.

Igun menyatakan, asosiasi ojol yang telah memiliki kekuatan hukum sampai saat ini belum mendapatkan respons resmi dari pemerintah, terkait berbagai tuntutan yang disampaikan. Namun, tiba-tiba di tengah tuntutan ojol dan masyarakat lainnya, terdapat pertemuan segelintir orang yang mengatasnamakan ojol.

"Nah, tiba-tiba ada kabar sekelompok orang menggunakan atribut ojek online sedang menghadap RI 2 atau Wapres. Sehingga kami menilai hal ini adalah kecerobohan dari RI 2 sendiri," cetus Raden Igun Wicaksana.

Igun juga menyoriti pernyataan Rahman Thohir yang mengklaim dari Komunitas Driver Ojek Online, menyebutkan bahwa demonstrasi yang berujung kerusuhan meresahkan para pengemudi ojol. Igun menegaskan, pernyataan itu tidak sejalan dengan seluruh mitra ojol di Indonesia.

Dia menekankan, penyampaian aspirasi diatur dalam undang-undang. Terlebih, salah satu pengemudi ojol, Affan Kurniawan, menjadi korban dari kekejaman aparat kepolisian, dalam aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR, pada Kamis (28/8) malam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore