Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 03.43 WIB

Driver Ojol yang Bertemu Gibran Tak Pernah Terlihat di TKP dan Rumah Duka Affan, Asosiasi: Atau ini Hanya Rekayasa?

Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Jakarta, pada Minggu (31/8). (Istimewa) - Image

Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Jakarta, pada Minggu (31/8). (Istimewa)

JawaPos.com - Pertemuan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Minggu (31/8), ramai jadi sorotan. 

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mempertanyakan alasan Wapres Gibran hanya berani mengundang sopir ojol secara personal. 

Padahal, para asosiasi ojol telah memiliki sejumlah masukan untuk pemerintah yang selama ini tidak didengar. Ia menilai pertemuan itu tidak mencerminkan suara jutaan pengemudi ojol di Indonesia.

"7 juta pengemudi ojek online seluruh Indonesia itu tidak bisa diwakili oleh hanya perorangan. Atau orang per orang saja yang menghadap kepada pejabat tinggi negara. Nah, ini yang dikecewakan oleh rekan-rekan pengemudi ojek online seluruh Indonesia," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (2/9).

Ia pun mempertanyakan alasan Wapres hanya menerima perorangan, bukan asosiasi resmi. "Apakah sekelas Wakil Presiden hanya menerima perorangan yang tidak mewakili 7 juta ojek online? Atau ini hanya rekayasa yang memang diambil untuk pencitraan dari pihak Wakil Presiden," ungkapnya.

Lebih jauh, Igun juga menyoroti pernyataan para ojol tersebut yang menyinggung tragedi 28 Agustus 2025, ketika pengemudi ojol Affan Kurniawan tewas terlindas rantis Brimob. Menurutnya, para sopir ojol yang diundang tidak ada di lokasi kejadian atau bahkan di rumah sakit.

"Kami tidak pernah melihat orang-orang tersebut ada di lapangan (lokasi kejadian) ataupun di kamar jenazah Almarhum Affan Kurniawan," tegasnya.

Igun menyebut dirinya langsung mengawal proses otopsi Affan di RSCM sejak malam 28 Agustus hingga pagi 29 Agustus.

"Dan kami tidak melihat ada orang ini di kamar jenazah atau di tempat berlangsungnya otopsi jenazah," tambahnya.

Karena itu, Garda Indonesia menilai informasi yang disampaikan para ojol kepada Wapres Gibran tidaklah valid.

"Hingga kami memandang bahwa mereka ini menjelaskan mengenai tragedi 28 Agustus dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada Wakil Presiden Gibran," tegas Igun.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore