Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 01.41 WIB

Komnas HAM Duga 10 Korban Meninggal Dunia dari Demonstrasi yang Berujung Kerusuhan Akibat Kekerasan Aparat

Duka mendalam: Jenazah Affan saat disholati kerabat termasuk mantan Gubernur Anies Baswedan, di Masjid Al-Falah, Menteng. (Febry Ferdian/ Jawa Pos)

JawaPos.com-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai wilayah Indonesia. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, menyebut pihaknya menemukan 10 orang meninggal dari insiden tersebut.

“Tentu Komnas HAM menyampaikan keprihatinan yang mendalam karena aksi demonstrasi yang meluas di berbagai wilayah ini sudah menimbulkan banyak korban, sejauh ini tercatat setidaknya 10 orang korban meninggal dunia,” kata Anis Hidayah di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (2/9).

Menurut Anis, sejumlah korban meninggal diduga kuat akibat kekerasan aparat. Karena itu, Komnas HAM tengah mendalami dugaan adanya praktik penyiksaan yang dialami para demonstran sebelum mereka dinyatakan tewas. Salah datu korban tewas yang akhirnya memicu kemarahan masyarakat adalah Affan Kurniawan. Driver ojol yang tewas usai dilindas rantis Brimob.

“Beberapa di antaranya diduga kuat karena mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat, ini masih kami selidiki dan penyebab-penyebab yang lainnya,” jelasnya.

Selain korban jiwa, Komnas HAM juga mencatat adanya penangkapan sewenang-wenang terhadap peserta aksi di sejumlah daerah. 

“Kemudian yang mengalami penangkapan sewenang-wenang, juga cukup banyak angkanya, sedang dikonsolidasikan di Komnas HAM, yang mengalami luka-luka juga cukup besar datanya di berbagai wilayah di seluruh Indonesia,” tutur Anis.

Kerusuhan yang terjadi tidak hanya menimbulkan korban jika, tetapi juga kerusakan fasilitas umum. Bahkan, penangkapan terhadap aktivis HAM turut menjadi perhatian serius Komnas HAM. 

“Perusakan fasilitas publik, penjarahan, persekusi dan juga yang terakhir kami menyesalkan kepolisian juga melakukan penangkapan terhadap aktivis asasi manusia, Direktur Lokataru tadi malam,” ujarnya.

Anis menegaskan, kondisi ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan eskalasi lebih jauh. “Perkembangan ini tentu saja mengkhawatirkan dalam konteks yang nantinya dapat menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore