
Keluarga pengemudi ojek online Affan Kurniawan menaburkan bunga di TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Affan Kurniawan, 21, driver ojek online yang tewas dilindas mobil Brimob ternyata telah putus sekolah sejak kelas 1 SMK karena keterbatasan ekonomi. Diketahui Affan tewas saat terjebak dalam aksi demonstrasi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) kemarin.
"Ya sebenarnya ini udah lima, enam tahun (ngojek). Udah nggak sekolah lagi itu. Karena pernah masuk di SMK, di sini kan nggak kuat bayar, dikeluarin sama sekolahnya," ujar kakek Affan, Fachrudin, 73, kepada wartawan, Jumat (29/8).
Ia menyebut bahwa Affan di-dropped out sekolah sejak kelas 1 SMK karena tidak mampu membayar biaya sekolah. Setelah itu, pemuda itu mencari penghasilan dengan menjadi driver ojol.
"Iya, di-DO sama sekolahnya karena nggak mampu bayar," ucapnya.
"Yang jelas cuma punya ijazah SMP," sambung Fachrudin.
Setelahnya, Affan hanya fokus bekerja dan membantu keluarganya yang masih memiliki adik perempuan bernama Wulan. Termasuk membantu penghasilan keluarga karena sang ayah sudah tak bekerja.
"Membantu ekonomi keluarga. Karena masih punya adik, yang namanya Wulan. Satu-satunya perempuan. Almarhum nih, tengah-tengah yang nomor 2. Tiga bersaudara," pungkasnya.
Sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh. Saat kericuhan, seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob.
Dalam video yang beredar di media sosial, pengemudi ojol yang belakangan diketahui bernama Affan Kurniawan itu terlihat ditabrak hingga terlindas oleh rantis.
Video itu pun viral dan memicu kemarahan publik. Apalagi setelahnya beredar video lain yang menunjukkan sejumlah massa mengejar mobil rantis yang diduga habis menabrak ojol.
Selesai Antar Pesanan
Diketahui, Affan ternyata bukan merupakan massa aksi demonstrasi di DPR RI, Kamis (28/8). Saat kejadian, ia tengah bekerja seperti biasa mengantarkan pesanan customer.
"Enggak (ikut demo) lagi ngantar ini, paket," ujar kakek Affan, Fachrudin, 73, kepada wartawan di TPU Karet Bivak, Jumat (29/8).
Saat itu, ia mengatakan bahwa Affan sudah selesai mengantarkan pesanan customer-nya. Hanya saja, saat akan ke tujuan berikutnya situasi di Jalan Pejompongan sudah chaos dan terjebak di dalamnya.
"Pas begitu dia keluar, itu udah nggak bisa keluar lagi, kejebak. Bahkan dia udah ke pinggir, gitu. Nah pas ibu-ibu dari dalam kena semprotan gas air mata, pada lari keluar, nah bereaksi lah," tutur Fachrudin.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
