Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 16.59 WIB

Rantang Hidangan MBG Impor Jadi Polemik, Sejumlah Dapur MBG Pilih Produk Lokal karena Lebih Higenis dan Mudah Dibersihkan

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten, yang diselenggarakan Yayasan Hamim Center Founder (HCF) gunakan rantang atau food tray lokal. (Istimewa)  - Image

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten, yang diselenggarakan Yayasan Hamim Center Founder (HCF) gunakan rantang atau food tray lokal. (Istimewa) 

JawaPos.com-Beberapa waktu lalu sempat viral rencana pemerintah membuka keran impor untuk rantang atau food tray program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah polemik tersebut, dapur mitra MBG terus bermunculan di daerah-daerah. Mereka memutuskan menggunakan food tray buatan anak bangsa. 

Di antara dapur mitra MBG yang baru berdiri dan memilih menggunakan food tray lokal adalah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Yayasan Hamim Center Founder (HCF). Lokasinya di Kampung Ciputat, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. 

Hamim selalu pendirian dan pembina Yayasan HCF mengatakan mereka mendukung MBG sebagai salah satu prioritas Presiden Prabowo. "Fasilitas dapur MBG kami lengkap," kata Hamim.

Mulai dari fasilitas memasak lengkap, ruang distribusi, serta area khusus untuk penyimpanan makanan. Dia menegaskan semua elemen disiapkan sesuai standar nasional agar makanan yang tersaji terjamin kualitas gizinya.

Hamim mengatakan mereka memilih menggunakan nampan atau food tray lokal produksi Cipta Perdana Lancar. Produknya berbahan stainless steel SUS 304. 

Food tray itu dipilih karena memiliki keunggulan anti karat, tahan panas, mudah dibersihkan, dan higienis. Sehingga sangat ideal untuk menyajikan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok penerima lainnya. Dengan wadah ini, makanan tetap hangat lebih lama, tidak terkontaminasi, serta aman dikonsumsi setiap hari.

Pada kesempatan itu juga diperlihatkan bagaimana proses penyajian makanan. Para relawan yayasan bersama petugas dapur menata menu bergizi yang terdiri dari nasi, lauk berprotein hewani, sayuran segar, serta buah-buahan.

Semua makanan disiapkan dari bahan pangan lokal hasil produksi petani dan UMKM sekitar. Sehingga selain menyehatkan, kegiatan ini juga mendorong perekonomian masyarakat.

Hamim menekankan pentingnya peran lembaga sosial dalam menebar manfaat.

“Kami hadir bukan sekadar mendistribusikan makanan, tetapi ingin berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Hamim.

Dia berharap bisa ikut berkontribusi dalam visi Indonesia Emas 2045. Yaitu mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. 

Antusiasme warga sangat terasa dalam kegiatan itu. Sejumlah orang tua penerima manfaat menyampaikan rasa syukurnya. Seorang ibu bernama Siti Maryam, orang tua siswa SD di Cibadak, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Kami sangat berterima kasih, anak-anak kini bisa makan makanan sehat setiap hari tanpa kami khawatirkan biaya. Ini benar-benar meringankan beban keluarga kami,” kata Siti.

Kemudian para siswa penerima manfaat juga terlihat gembira. Seorang siswa kelas 5 SD bernama Rizky mengatakan dirinya senang karena bisa menikmati lauk sehat setiap hari.

“Biasanya saya bawa bekal seadanya, sekarang bisa makan ayam, sayur, dan buah. Rasanya enak sekali, saya jadi semangat belajar di sekolah,” jelas Rizky. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore