Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 03.20 WIB

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Sehari, Petugas di Lumajang Laporkan Tinggi Letusan Terus Meningkat di Atas Puncak

Foto erupsi Gunung Semeru pada Senin (4/8) sore (HO-PVMBG) - Image

Foto erupsi Gunung Semeru pada Senin (4/8) sore (HO-PVMBG)

JawaPos.com  Gunung Semeru dilaporkan kembali mengalami erupsi dengan tinggi letusan yang semakin dibandingkan sebelumnya pada Senin (4/8) sore.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut kini mengeluarkan letusan setinggi 900 meter di atas puncak (Mahameru).

Dikutip dari situs berita ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi memberikan laporan tertulis terkait erupsi tersebut yang diterima di Lumajang.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Senin, 4 Agustus 2025 pukul 17.35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 900 meter di atas puncak,” kata Yadi.

Yadi menambahkan bahwa erupsi tersebut menyemburkan abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 211 detik.

Sebelumnya Gunung Semeru dilaporkan juga telah mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Senin (4/8) pagi pada pukul 05.56 WIB dan 07.52 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian melaporkan bahwa erupsi Semeru pada Senin (4/8) pagi mencapai 500 dan 800 meter di atas puncak (Mahameru).

Menurut Mukdas, aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan pada periode pengamatan Minggu (3/8) selama 24 jam terakhir.

Aktivitas gempa letusan Gunung Semeru tercatat sebanyak 46 kali mulai dari letusan/erupsi, embusan, harmonik, vulkanik, dan tektonik.

Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Senin (4/8), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujar Yadi.

PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore