
Ilustrasi BMKG
JawaPos.com - Udara dingin terasa lebih menyergap belakangan ini di hampir seluruh wilayah di Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi. Hal ini disebabkan Fenomena bediding yang terjadi saat peralihan musim hujan ke kemarau.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menerangkan, fenomena bediding adalah kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama selama bulan kemarau.
"Ini disebabkan oleh berkurangnya tutupan awan dan curah hujan, sehingga panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (14/7).
Akibat fenomena bedding ini, udara terasa lebih dingin terutama di pagi dan malam hari.
Secara kesehatan, Guswanto menyebut bahwa fenomena yang membuat badan menggigil ini bisa membuat sakit pada orang yang rentan terhadap perubahan suhu.
"Perlu waspada terhadap potensi penyakit yang terkait dengan cuaca dingin," ucapnya.
BMKG pun memprediksi berlangsungnya fenomena bediding ini akan terjadi sampai akhir Juli dan Agustus dengan suhu di Jakarta mencapai 25-27 derajat Celsius pada pagi hingga siang hari, dan turun menjadi 25 derajat Celsius pada malam hari.
Lebih lanjut, Guswanto mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan tetap terhidrasi
"Gunakan pakaian yang hangat, terutama pada pagi dan malam hari," paparnya.
"Perlu waspada terhadap potensi penyakit yang terkait dengan cuaca dingin," pungkas Guswanto.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
