Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 23.33 WIB

Bukan Kemarau Biasa, BMKG Ungkap El Nino Kuat Intai Indonesia Hingga Oktober 2026

Ilustrasi El Nino dan La Nina pada peta globe (Sumber foto : neefusa.org) - Image

Ilustrasi El Nino dan La Nina pada peta globe (Sumber foto : neefusa.org)

JawaPos.com - Anomali cuaca ekstrem berskala besar siap menerjang Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino dengan intensitas kuat diprediksi akan memperparah puncak musim kemarau tahun ini.

Kondisi tersebut diperkirakan membuat hari-hari ke depan berjalan jauh lebih kering dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya.

Data terkini dari BMKG menunjukkan bahwa pergerakan cuaca ekstrem ini sudah mulai terasa di berbagai daerah. Hingga pertengahan Juni 2026, hampir 40 persen wilayah Indonesia dilaporkan telah resmi masuk musim kemarau, dengan separuh wilayah nusantara mengalami curah hujan di bawah normal.

Puncak Kemarau Ekstrem Menanti

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, situasi ini akan semakin menantang saat memasuki paruh kedua tahun ini. Masyarakat diminta bersiap menghadapi penurunan drastis pasokan air hujan.

"Pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September," ujar Ardhasena dalam keterangan resminya, Jumat (3/7).

Peningkatan intensitas El Nino ini berdampak langsung pada hilangnya volume curah hujan secara signifikan. Akibatnya, ancaman kekeringan hidrologis dan kelangkaan air bersih kini menjadi risiko nyata yang harus segera diantisipasi sejak dini.

Strategi Penyelamatan Sektor Pertanian dan Pangan

Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pangan nasional. Sektor pertanian menjadi lini paling rentan yang terancam mengalami gagal panen massal jika tidak melakukan adaptasi cepat.

Untuk memitigasi risiko tersebut, BMKG mendesak para petani dan pelaku industri agraria untuk segera mengubah pola kerja di lapangan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore