
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk keluarga korban meninggal KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya, yang karam di Selat Bali sepekan lalu.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebagai informasi, hingga Minggu sore (13/7), sebanyak 18 korban meninggal dunia telah dievakuasi. 10 di antaranya adalah warga Jawa Timur.
Rinciannya, 8 orang warga Banyuwangi, 1 orang warga Blitar, dan 1 orang warga Probolinggo.
Isak tangis pun pecah ketika Khofifah menyerahkan santunan duka kepada 8 ahli waris korban meninggal dunia asal Banyuwangi.
Berikut delapan korban asal Banyuwangi yang meninggal dalam tragedi KMP Tunu Pratama Jaya:
1. Eko Satriyo, laki-laki, 51 tahun, warga Lingkungan Sukowidi Barat Tril Kerta RT 1 Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi
2. Elok Rumantini, perempuan, 34 tahun, warga Lingkungan Sritanjung, Banyuwangi
3. Cahyani, perempuan, 45 tahun, warga Dusun Krajan Kulon, RT.004/RW.013, Kelurahan Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi
4. Fitri April Lestari, perempuan, 33 tahun, warga Dusun Sumbar 1, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi
5. Afnan Aqiel Mustafa, laki-laki, 3 tahun, warga Dusun Simbar 1, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi
6. Daniar Nadief Inzaqi, laki-laki, 21 tahun, warga Dusun Gunung sari RT/02 RW/04, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi
7. Rido Anggoro, laki-laki, 29 tahun, warga Dusun Badean RT.002/RW.001, Kecamatan Kabat, Banyuwangi
8. Novan Hadiansyah, laki-laki, 15 tahun, warga Jembrana, RT.01/RW.01 Desa Kunir, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
“Atas berpulangnya para korban laka laut KMP Tunu Pratama Jaya, kami menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Minggu (13/7).
Khofifah menyerahkan santunan berupa uang senilai Rp 10 Juta kepada masing-masing ahli waris korban. Selain menyerahkan santunan, ia juga berdialog kepada para keluarga korban yang belum ditemukan.
“Sampai dengan hari ini ada 18 korban (KMP Tunu Pratama Jaya) meninggal yang sudah ditemukan tim SAR gabungan, serta 30 korban ditemukan dalam keadaan selamat (17 korban lainnya masih hilang),” imbuhnya.
Lebih lanjut, untuk ahli waris korban meninggal dunia asal Probolinggo dan Blitar, Khofifah menyebut telah menginstruksikan Kalaksa BPBD agar tim Tagana menyampaikan duka dan santunan dari Pemprov Jatim.
Khofifah secara khusus mengapresiasi kerja keras Tim SAR gabungan, yang terus berjibaku di lapangan untuk menemukan seluruh korban kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya.
“Bahkan hari ini, sudah masuk perpanjangan (operasi pencarian), hari ke-12. Itu artinya bahwa kita semua akan terus berikhtiar memaksimalkan upaya pencarian dan penyelamatan ini,” imbuh Khofifah.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
