Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 21.49 WIB

Pengakuan Rayyan Arkan Dikha Si Anak Tukang Tari Pacu Jalur Usai Viral hingga Luar Negeri

Pacu Jalur. (Defizal/Riau Pos) - Image

Pacu Jalur. (Defizal/Riau Pos)

JawaPos.com - Nama Rayyan Arkan Dikha mendadak melejit setelah videonya menari di atas jalur pacu viral sampai ke luar negeri lewat TikTok. Bocah asal Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, ini ternyata adalah si Tukang Tari Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo yang masih duduk di bangku kelas V SD.

Siapa sangka, aksi lincahnya di atas perahu panjang tradisional itu justru mengundang decak kagum netizen mancanegara sekaligus membuat masyarakat Kuansing semakin bangga.

Dikha, yang lahir pada 28 September 2014, mengaku sama sekali tidak menyangka video tariannya bakal viral hingga dijadikan selebrasi pemain sepakbola PSG.

Saat ditemui Riau Pos (Jawa Pos Grup) bersama ibunya, Rani Ridawati, Dikha mengungkapkan rasa senangnya.

“Sudah saya lihat kemarin videonya di TikTok PSG. Rasanya senang sekali, bangga, dan tidak menyangka,” katanya, dikutip Senin (7/7).

Sejak dua tahun lalu, tepatnya saat masih kelas III SD, Dikha mengaku memang sudah bercita-cita menjadi si Tukang Tari, meneruskan tradisi keluarga. Kakaknya, Rakha, pernah menjadi si Tukang Onjai, sementara sang ayah, Jupriono, adalah atlet pacu jalur di bagian kemudi.

Menjadi si Tukang Tari berarti berdiri di ujung jalur yang melaju kencang di Sungai Kuantan, menari dengan berbagai gaya untuk memompa semangat awak perahu. Meski sering jatuh tercebur karena kehilangan keseimbangan, Dikha tidak gentar.

“Nggak cemas. Kalau jatuh itu karena tergelincir saja,” ucapnya santai.

Menariknya, gerakan tarian Dikha bukan hasil ajaran siapa pun. Ia belajar otodidak dengan menonton video-video TikTok, Instagram, hingga YouTube, lalu mempraktikkannya saat latihan bersama anak pacuan jalur desanya. Harapannya sederhana: bisa terus menari untuk jalur desa dan semoga suatu hari bisa ikut membawa pulang gelar juara.

Kepopuleran Dikha ternyata juga membawa berkah. Dari video viral itu, keluarga Dikha menerima donasi Rp 5 juta dari seorang sponsor asal Bali yang disampaikan melalui kreator konten lokal.

Sementara itu, jalur Tuah Kori Dubalang Rajo pun kebagian rezeki dengan mendapat sponsor Rp 20 juta dari Boat Dance Kita Group Jakarta. Pj Kepala Desa Pintu Gobang Kari, Dadang Muttaqin, menyebut aksi Dikha turut membakar semangat anak pacuan lainnya meski mereka belum berhasil menjadi juara.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Azhar, mengaku bangga sekaligus terkejut video pacu jalur Kuansing bisa viral hingga mancanegara. Padahal, pihaknya tak pernah mengirim rekaman ke kreator luar negeri.

Namun promosi memang terus dilakukan lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, mengingat pacu jalur sudah masuk Top Ten Kharisma Event Nusantara (KEN).

Dalam tradisi pacu jalur, keberadaan si Tukang Tari, Tukang Timbo Ruang, dan Tukang Onjai wajib ada. Si Tukang Tari sendiri biasanya anak-anak, agar beban depan jalur lebih ringan. Lewat gerakan tarian yang menghibur, mereka bukan hanya menjadi pemacu semangat bagi tim jalur, tetapi juga ikon budaya Kuansing yang kini sukses mencuri perhatian dunia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore